Bentrok Warga di Adonara Flores Timur, Dua Orang Tewas

3 hari yang lalu 11
Bentrok Warga di Adonara Flores Timur, Dua Orang Tewas Aparat keamanan berhati-hati di Adonara menyusul bentrok antarwarga nan mengakibatkan 2 orang tewas.(Dok Warga)

BENTROK antarwarga kembali pecah di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (18/7). Insiden berdarah nan melibatkan penduduk dari dua desa ini mengakibatkan dua orang meninggal bumi dan sejumlah rumah penduduk gosong terbakar.

Berdasarkan info nan dihimpun, bentrok terjadi antara penduduk Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur. Korban tewas dilaporkan berasal dari masing-masing desa nan bertikai tersebut.

Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengonfirmasi bahwa pihaknya menangani tiga korban dari peristiwa tersebut. Salah satu korban berinisial NI, 21, dinyatakan meninggal bumi akibat luka serius dari barang tajam.

"Kami menerima tiga orang, satu orang meninggal, dan dua orang dirujuk. Satu dirujuk ke Larantuka dan satu lagi ke Lewoleba," ujar Stefanus saat dihubungi Media Indonesia melalui sambungan telepon.

Stefanus merinci, korban NI nan berjenis kelamin laki-laki meninggal bumi akibat luka barang tajam nan mengenai bagian jantung. Sementara itu, dua korban luka lain adalah PBI, 19, laki-laki nan terkena barang tajam di dada bagian atas, serta SS, 63, wanita nan mengalami luka barang tajam di kedua paha.

Satu korban tewas lain dilaporkan berasal dari Desa Narasaosina. Namun, hingga saat ini identitas korban tersebut maupun jumlah pasti korban luka dari desa tersebut belum diketahui secara detail.

Selain menimbulkan korban jiwa, bentrok ini juga menyebabkan kerugian material nan cukup besar. Sejumlah rumah penduduk dilaporkan gosong terbakar akibat amukan massa saat pertikaian berlangsung.

Hingga buletin ini diturunkan, kondisi di letak kejadian dilaporkan sudah mulai kondusif dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian dan TNI. "Saat ini kondisi sudah kondusif dijaga abdi negara keamanan," tambah Stefanus.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari abdi negara keamanan setempat mengenai pemicu utama bentrok maupun langkah norma nan bakal diambil mengenai kejadian maut di Adonara Timur tersebut. (I-2)

Selengkapnya