Bersahabat dengan El Nino, Petani Pidie Aceh Panen Bawang Merah

1 jam yang lalu 2
Bersahabat dengan El Nino, Petani Pidie Aceh Panen Bawang Merah Petani sedang memanen bawang merah Di Kawasan Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

FENOMENA alam El Nino tidak selamanya membawa akibat jelek bagi sektor pertanian. Di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, para petani membuktikan bahwa dengan strategi nan tepat, cuaca panas ekstrem justru bisa menjadi kesempatan keuntungan.

Alih-alih memaksakan diri menanam padi di tengah krisis air, para petani di beberapa kecamatan memilih untuk bersahabat dengan alam. Mereka mengalihkan komoditas tanam dari padi ke bawang merah nan lebih tahan terhadap kondisi kering.

Berdasarkan kajian di lapangan, aktivitas panen raya bawang merah terlihat ramai di Kecamatan Simpang Tiga, Kecamatan Peukan Baro, dan Kecamatan Pidie. Langkah ini diambil sebagai solusi pandai menghadapi musim tanam gadu (musim tanam kedua) nan biasanya terkendala pasokan air irigasi.

"Karena krisis air irigasi, petani di sini lebih suka menanam bawang merah saat musim kemarau. Apalagi di sini area pesisir, hasil produksi bawang merah cukup menjanjikan," ujar Mustamar Arifin, Kasubbag Program dan Keuangan Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Senin (27/7).

Sentra Produksi di Wilayah Hilir

Lokasi panen bawang merah ini tersebar di beberapa wilayah budaya alias Kemukiman, di antaranya Mukim Tunggoe, Mukim Iboh, Mukim Bungie, dan Mukim Pekan. Kawasan-kawasan tersebut berada di wilayah hilir nan memang kerap kesulitan mendapatkan sumber air irigasi saat musim kekeringan melanda.

Muslim, salah seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa antusiasme penduduk untuk beranjak komoditas sangat tinggi. Dari total 52 gampong (desa) nan ada di Kecamatan Simpang Tiga, sekitar 40 gampong di antaranya sekarang menjadi lahan produktif bawang merah.

"Sebagian lahan tanaman bawang merah itu milik sendiri dan sebagian lain disewakan," tambah Muslim.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa penyesuaian terhadap perubahan iklim, seperti kejadian El Nino, menjadi kunci bagi keberlangsungan ekonomi petani. Dengan mengubah hadapan dari padi ke bawang merah, petani di Pidie tetap bisa produktif meski di tengah ancaman kekeringan. (I-2)

Selengkapnya