ARTICLE AD BOX
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung.(Dok. Antara)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung membujuk masyarakat lanjut usia (lansia) nan kurang bisa untuk segera memanfaatkan program Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Program ini dirancang sebagai jaring pengaman sosial bagi penduduk senior di Ibu Kota.
Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa support ini mempunyai kriteria penerima nan spesifik. Ia menekankan bahwa program Kartu Lansia tersebut tidak diperuntukkan bagi lansia nan secara ekonomi tergolong bisa alias sudah ditanggung sepenuhnya oleh keluarga.
“Memang ada prasyarat nan kudu dipenuhi. Beberapa lansia yang, minta maaf, nan mampu, keluarganya mampu, ditanggung keluarganya, tentunya minta maaf belum bisa mendapatkan Kartu Lansia. Tetapi, nan memerlukan bakal kami prioritaskan,” ujar Pramono saat meninjau area Jakarta Utara, Selasa (14/7).
Capaian dan Pendaftaran KLJ
Berdasarkan info terbaru, Pramono menyebut bahwa saat ini terdapat sekitar 168.497 lansia di DKI Jakarta nan telah terdaftar dan memanfaatkan akomodasi KLJ. Mengingat pentingnya program ini, Pemprov DKI Jakarta tetap membuka pendaftaran bagi penduduk nan memenuhi syarat namun belum terdata.
Melalui KLJ, penerima faedah bakal mendapatkan support sosial berupa duit tunai sebesar Rp300.000 per bulan. Dana ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para lansia di Jakarta.
Fasilitas Tambahan dan Sekolah Lansia
Selain support tunai, pemegang kartu maupun penduduk lansia secara umum di Jakarta juga berkuasa menikmati beragam akomodasi publik secara gratis. Fasilitas tersebut mencakup jasa transportasi umum cuma-cuma nan dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta kses pelayanan kesehatan prioritas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas milik pemerintah.
"Sekarang naik transportasi apa pun cuma-cuma nan dikelola Pemerintah Jakarta. Tolong diurus (pendaftaran kartunya)," tegas Pramono.
Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta juga terus mengembangkan program pemberdayaan melalui Sekolah Lansia. Hingga saat ini, Jakarta telah mempunyai 78 sekolah lansia nan tersebar di beragam wilayah dengan total peserta mencapai 2.278 orang. Program ini bermaksud untuk menjaga produktivitas dan kesehatan mental para penduduk senior di Jakarta. (Ant/H-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·