ARTICLE AD BOX
Ilustrasi hujan ringan nan diprakirakan mengguyur sejumlah wilayah di Sumatra Utara, Selasa (14/7)(Magnific)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut) Selasa, 14 Juli 2026. Sejumlah wilayah Sumatra Utara diprediksi bakal diguyur hujan dengan intensitas ringan pada waktu sore dan malam hari, meskipun kondisi pagi hari condong cerah berawan.
Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa dinamika cuaca di Sumut menunjukkan ragam antara potensi hujan dan kemunculan titik panas (hotspot). Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca nan terjadi secara fluktuatif.
Prakiraan Cuaca Berdasarkan Waktu
Berdasarkan info BMKG, berikut adalah rincian prakiraan cuaca di wilayah Sumatera Utara untuk Selasa (14/7):
- Pagi Hari: Secara umum wilayah Sumatera Utara diprediksi cerah berawan.
- Siang hingga Sore Hari: Berpotensi hujan intensitas ringan di wilayah Kepulauan Nias, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, serta Langkat dan sekitarnya.
- Malam Hari: Potensi hujan ringan meluas ke wilayah Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Deli Serdang, Medan, Langkat, Nias Selatan, serta Tapanuli Utara.
- Dini Hari: Cuaca rata-rata berawan di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Parameter Suhu dan Kelembapan
Kondisi udara di Sumatera Utara berada pada rentang suhu nan cukup lebar, terutama di wilayah pegunungan hingga pesisir. Berikut adalah parameter meteorologi nan tercatat:
| Suhu Udara | 14 – 34 Derajat Celcius |
| Kelembapan Udara | 62 – 98 Persen |
| Arah Angin | Barat hingga Timur |
| Kecepatan Angin | 5 – 15 km/jam |
Pantauan Titik Panas (Hotspot)
Meski terdapat potensi hujan, pantauan satelit BMKG menunjukkan adanya aktivitas titik panas di beberapa titik. Tercatat sebanyak 27 titik panas nan tersebar di 11 wilayah kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Daftar Wilayah Terpantau Titik Panas:
Deli Serdang, Asahan, Dairi, Karo, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Padanglawas Utara, Simalungun, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.
BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan titik panas ini guna mengantisipasi potensi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah-wilayah nan mempunyai suhu udara maksimal mencapai 34 derajat Celcius. (Ant/H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·