UEA Investasi Miliaran Dolar di RI, Bikin Data Center Kapasitas 1,3 GW

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan penyedia akomodasi pusat info alias info center asal Uni Emirat Arab (UEA), DAMAC Group memastikan kucuran investasinya di Indonesia, untuk membangun pusat info skala besar.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, total kapabilitas pusat info nan bakal dibangun DAMAC di Indonesia bakal berada di sekitar 1,2 gigawatt sampai dengan 1,3 gigawatt.

"DAMAC Itu memang penanammodal besar. Tapi jika komitmennya investasi info center 1,2-1,3 gigawatt itu luar biasa, lantaran total nasional saja kita hanya 600 megawatt," kata Susiwijono di kantornya, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Dengan total kapabilitas investasi info center nan mencapai 1,3 gigawatt, Susiwijono mengatakan, nilai investasinya bisa mencapai miliaran dolar Amerika Serikat (AS) lantaran tiap megawatt kapabilitas info center memerlukan jutaan dolar AS.

"Jadi kan setiap 1 megawatt info center itu perlu sekian juta US. Kalau 1,2 gigawatt alias 1,3 gigawatt kan berfaedah 1.300 megawatt kali sekian juta US. Pasti bilion US dollar itu," ujar Susiwijono.

Susiwijono belum bisa memastikan kapan DAMAC bakal menyelesaikan proses realisasi investasinya itu di Indonesia. Namun, nan jelas kata dia sudah ada pembicaraan antara DAMAC dengan Konsorsium Industri Pusat Data Indonesia namalain IDPRO.

"Mereka menyampaikan tahun ini sudah bakal ada realisasi investasinya. Dan kebutuhan info center kita besar sekali. Kalau untuk AI bakal besar sekali," tegasnya.

Pembangunan info center DAMAC kata Susiwijono bakal berada di sejumlah titik di Jakarta, berbeda dengan info center nan dibangun banyak penyedia pusat info nan banyak terpusat di KEK Nongsa Digital Park.

"Tapi ada lebih dari 10 jika di Nongsa. Kalau DAMAC tadi tidak di Nongsa, tapi di beberapa titik ada nan di Jakarta, besar sekali nilainya," ucap Susiwijono.

Sebagaimana diketahui, sejak Agustus 2025 DAMAC sudah mulai proses groundbreaking info center nya di Jakarta dengan nilai investasi US$ 150 juta dolar AS. Proses tahap akhir penyelesaian prasarana alias topping off pusat info nan dinamai JKT01 - Jakarta Central pada tahun ini.

Meski begitu, Susiwijono menekankan, pemerintah memang perlu melakukan penyesuaian prasarana pendukung pusat info DAMAC itu, mulai dari air hingga listrik nan sangat besar.

"Nah itu nan info center itu kan konsekuensinya perlu listrik besar, perlu air besar dan sebagainya. Nah ini tantangan kita kan dengan supply listrik seperti ini ya kita kudu dengan rencana investasi info center ke depan, ini kan sangat besar sekali. Dan ke depan info center bakal sangat dibutuhkan semuanya," papar Susiwijono.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya