Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menggunakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun Minyakita, alias dalam perihal ini pangan bersubsidi. Seluruh komoditas nan disalurkan Bulog untuk mendukung program tersebut merupakan produk premium.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan perihal tersebut saat menjawab pertanyaan mengenai pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, nan menyebut barang-barang bersubsidi tidak boleh disalurkan untuk program MBG.
"Tidak ada, kan kita kasihkan beras untuk MBG adalah beras premium. Jadi tidak ada beras subsidi nan diberikan ke MBG. Termasuk Minyakita, jadi kita berikan kepada program MBG itu adalah nan semua premium," kata Rizal dalam konvensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dilarang menggunakan bahan baku bersubsidi seperti Minyakita.
Sementara itu, perihal nan juga bertindak pada larangan penggunaan Gas Elpiji subsidi 3 Kg.
"SPPG tidak boleh masak untuk MBG memakai Minyakita, tidak boleh memakai gas melon 3 kilo, dan tidak boleh memakai beras SPHP," ucapnya saat Konferensi Pers di Kantor BGN, Jakarta Senin (27/7/2026).
Jika ditemukan dapur MBG nan melanggar aturan, maka BGN bakal menindak dengan tegas apalagi membuka kesempatan untuk menutup dapur tersebut,
"Kalau ada, misalnya menemukan di soal media, silakan dilaporkan dapur mana menggunakan minyak kita, itu kelak kita bakal beri curhat. Akan kita beri teguran curhat peringatan, jika memang memang ngeyel bandel, ya kita tutup dapurnya," ucapnya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

48 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·