Bos Kendaraan Niaga Ungkap Profesi Ini Paling Dicari, Posisi Kunci

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah meningkatnya kebutuhan pikulan logistik di Indonesia, industri kendaraan niaga menghadapi tantangan baru nan tak kalah krusial dari penjualan kendaraan, ialah kesiapan mekanik nan kompeten. Seiring berkembangnya teknologi truk dan bus, perusahaan sekarang semakin memerlukan tenaga teknis nan bisa menangani perawatan dan perbaikan sesuai standar pabrikan.

Kebutuhan tersebut terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah armada nan beroperasi.

Namun, bumi industri tetap menghadapi kesenjangan antara kebutuhan mekanik dengan lulusan nan siap langsung bekerja, terutama lantaran perkembangan teknologi kendaraan niaga berjalan lebih sigap dibandingkan proses pembelajaran di sekolah.

Hino Academy & Costumer Center Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia Pieter Andre mengatakan mekanik sekarang menjadi salah satu posisi paling krusial dalam upaya kendaraan niaga lantaran berkedudukan menjaga armada pengguna tetap beroperasi.

"Kalau kita lihat, Hino mempunyai unit nan beraksi dengan umur di atas 10 tahun lebih dari 340.000 unit. Ini menjadi tantangan lantaran dibutuhkan banyak mekanik untuk melakukan perawatan, perbaikan hingga overhaul. Mekanik menjadi posisi kunci nan kudu kita siapkan agar mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan industri, jadi kebutuhannya tinggi," ujar Pieter di GIIAS, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, tantangan bukan hanya memenuhi jumlah tenaga kerja, tetapi juga memastikan mekanik mempunyai keahlian menangani teknologi terbaru. Sebab, kendaraan niaga saat ini telah menggunakan beragam sistem nan lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.

"Perkembangan teknologi kadang lebih dulu dibandingkan pendidikan. Di SMK umumnya tetap berfokus pada teknologi kendaraan ringan, sedangkan industri memerlukan kompetensi kendaraan niaga, teknologi diesel, Euro 4, sensor hingga sistem elektronik. Di situlah muncul gap nan kudu diperkecil," katanya.

Untuk mengurangi kesenjangan tersebut, Hino menjalankan program Hino Indonesia Partnership School (HIPS) di delapan SMK. Program tersebut mencakup penyelarasan kurikulum, training guru, penyediaan media praktik, hingga kesempatan magang agar lulusan lebih siap memasuki bumi kerja.

Pieter mengatakan program itu juga bakal terus diperluas lantaran kebutuhan mekanik diperkirakan terus meningkat mengikuti pertumbuhan upaya jasa purna jual Hino di beragam daerah.

"Sekarang mekanik di jaringan Hino sudah lebih dari 2.000 orang. Sebelum Covid jumlahnya sekitar 800 mekanik. Ke depan kebutuhan ini bakal terus bertambah lantaran armada nan beraksi juga semakin banyak. Delapan SMK nan ada saat ini tentu belum cukup dan bakal terus kami kembangkan," ujarnya.

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya