Sejumlah personel Kepolisian Polres Aceh Barat berbareng petugas BPBD berupaya memadamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area lahan gambut Desa Cot Seumeureng, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Jumat (12/6/2026).(ANTARA/SYIFA YULINNAS)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Provinsi Aceh, terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan melanda empat kecamatan di wilayah tersebut. Hingga saat ini, total luas lahan nan terbakar dilaporkan mencapai 12,5 hektare.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal, menyatakan bahwa tim campuran tetap berada di lapangan untuk mengendalikan situasi. "Kami berbareng teman-teman tim campuran tetap terus berupaya memadamkan api," ujarnya di Meulaboh, Sabtu (25/7).
Sebaran Titik Api di Empat Kecamatan
Berdasarkan info BPBD, kebakaran lahan tersebar di beberapa titik dengan rincian sebagai berikut:
- Kecamatan Meureubo: Desa Gunong Kleng seluas 0,5 hektare.
- Kecamatan Samatiga: Desa Cot Seumeureng seluas 4 hektare dan Desa Paya Lumpat seluas 3 hektare.
- Kecamatan Johan Pahlawan: Desa Lapang seluas 1 hektare dan Desa Leuhan seluas 2 hektare.
- Kecamatan Woyla Barat: Desa Blang Luah seluas 2 hektare di titik pertama, sementara titik kedua tetap dalam pemantauan petugas.
Teuku Ronal menjelaskan bahwa konsentrasi penanganan, penyekatan, dan pemadaman saat ini diprioritaskan pada lokasi-lokasi rawan, khususnya di Kecamatan Samatiga dan Johan Pahlawan. Pada periode 24-25 Juli 2026, tim kembali melanjutkan operasi intensif di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan.
Kendala Lapangan dan Sinergi Tim Gabungan
Dalam proses pemadaman, tim campuran menghadapi tantangan berat. Keterbatasan sumber air di sekitar letak kebakaran serta embusan angin kencang menjadi aspek utama nan mempercepat penyebaran api ke area nan lebih luas.
Meski demikian, operasi ini tetap melangkah dengan melibatkan sinergi lintas unsur. Personel nan terlibat terdiri dari BPBD Aceh Barat, Pos Damkar Meureubo, Pos Damkar Woyla dan Arongan, TNI, Polri, masyarakat setempat, hingga relawan dari UKM PK Universitas Teuku Umar (UTU).
Untuk mendukung efektivitas kerja di lapangan, BPBD telah mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana, meliputi:
- Satu unit armada D-Max dan satu unit Panther pikap.
- Tiga unit mesin pompa air beserta rangkaian selang.
- Satu unit pesawat nirawak (drone) untuk memantau titik api dan arah penyebaran dari udara.
Catatan Redaksi: Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan langkah membakar, terutama di tengah kondisi cuaca kering dan angin kencang nan melanda wilayah Aceh Barat saat ini.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·