Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) melakukan pemadaman api di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/6/2026).(ANTARA/BAYU PRATAMA)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi musibah non-alam selama musim kemarau. Fokus utama peringatan ini tertuju pada ancaman kebakaran nan sering kali dipicu oleh aspek kelalaian manusia.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun, menjelaskan bahwa kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah Jawa Barat mempunyai karakter nan berbeda dengan kejadian di luar negeri. Menurutnya, karhutla di Jabar umumnya bukan disebabkan oleh suhu ekstrem alias gesekan material kering secara alami, melainkan akibat aktivitas keseharian warga.
"Karhutla di kita biasanya bukan seperti di luar negeri nan akibat panas berlebihan, bersenggolan kemudian menimbulkan api. Tapi rata-rata akibat puntung rokok, bikin perapian kemudian lupa dimatikan, dan membakar sampah," ujar Teten di Bandung, Senin (27/7).
Teten mengimbau masyarakat agar menghindari tindakan berisiko tinggi di area terbuka, seperti membuang puntung rokok sembarangan alias menyalakan api unggun tanpa pengawasan ketat. Selain ancaman di lahan terbuka, BPBD juga menyoroti tingginya akibat kebakaran di area pemukiman selama periode kering ini.
Masyarakat diminta lebih jeli dalam memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Penggunaan perangkat elektronik nan tidak sesuai standar keamanan alias kabel nan sudah kedaluwarsa menjadi pemicu utama korsleting listrik.
"Kira-kira ditemukan listrik nan tidak stabil dan kabel-kabelnya sudah kadaluarsa, segera lakukan perbaikan melalui petugas PLN," tegasnya.
Selain masalah kelistrikan, penggunaan sumber api pengganti seperti lilin saat terjadi pemadaman listrik juga menjadi perhatian. Teten mengingatkan penduduk agar selalu menjauhkan lilin dari benda-benda nan mudah terbakar untuk mencegah api merambat ke bangunan.
"Kalau misalnya sekarang ada pemadaman api, ya jangan menggunakan lilin nan berdekatan dengan barang-barang nan berbahaya," pungkas Teten.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·