Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan menginginkan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Laporan tersebut diungkap New York Post nan menyebut Trump menilai Infantino mempunyai keahlian menyatukan beragam pihak di tingkat global.
Seorang sumber nan dekat dengan Trump mengatakan presiden AS meyakini Infantino merupakan sosok nan dihormati di beragam negara.
"Ia dihormati oleh semua orang di seluruh dunia" dan mempunyai "kemampuan unik untuk menyatukan orang," kata sumber tersebut, seperti dikutip RT, Rabu (22/7/2026). Namun, hingga sekarang belum diketahui apakah laki-laki kelahiran Swiss itu menyadari perihal itu.
Kedekatan Trump dan Infantino disebut semakin erat dalam beberapa waktu terakhir. Pada Desember lalu, Infantino apalagi menganugerahkan Penghargaan Perdamaian perdana FIFA kepada Trump setelah presiden AS berulang kali menyatakan dirinya layak menerima Nobel Perdamaian berkah upayanya mengakhiri beragam bentrok internasional.
Hubungan keduanya kembali menjadi sorotan selama penyelenggaraan Piala Dunia FIFA nan digelar berbareng oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli. Menjelang babak 16 besar, FIFA secara mengejutkan membatalkan balasan larangan bermain satu pertandingan terhadap penyerang timnas AS, Folarin Balogun.
Trump kemudian mengungkapkan dirinya telah menghubungi Infantino secara langsung agar balasan terhadap Balogun ditinjau ulang. Menurut Trump, hukuman tersebut tidak adil.
Di sisi lain, UEFA mengecam keputusan itu dan menyebutnya sebagai corak kombinasi tangan politik nan belum pernah terjadi sebelumnya dalam urusan sepak bola. Namun, Infantino membantah ikut kombinasi dalam keputusan mengenai pemain Amerika Serikat tersebut. Pada akhirnya, AS tetap tersingkir setelah kalah 1-4 dari Belgia.
Pemilihan Sekretaris Jenderal PBB nan baru dijadwalkan berjalan pada akhir tahun ini seiring berakhirnya masa kedudukan Antonio Guterres pada Desember. Kandidat terpilih kudu lebih dulu memperoleh persetujuan Dewan Keamanan PBB nan beranggotakan 15 negara sebelum disahkan oleh Majelis Umum.
Sepanjang sejarah PBB, seluruh Sekretaris Jenderal berasal dari kalangan politisi alias diplomat. Karena itu, andaikan betul dicalonkan, Infantino bakal menjadi sosok pertama dengan latar belakang utama sebagai ketua organisasi olahraga bumi nan berkesempatan menduduki kedudukan tersebut.
Trump sendiri bukan kali pertama menunjuk figur dari luar bumi politik untuk mengisi posisi penting. Pada masa kedudukan keduanya, dia mengangkat salah satu pendiri sekaligus mantan CEO WWE, Linda McMahon, sebagai Menteri Pendidikan AS, melanjutkan polanya merekrut tokoh dari bumi olahraga dan intermezo ke dalam pemerintahan.
(luc/luc)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·