Pemkot Bandung meningkatkan patroli pengamanan.(Dok Diskominfo Kota Bandung)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung memperkuat penjagaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui peningkatan patroli gabungan, optimasi pengawasan selama 24 jam, hingga penguatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi nan dipimpin Gubernur Jawa Barat (Jabar) berbareng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Bandung Raya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Kamis (23/7) menyatakan berasas info nan dipaparkan dalam rapat, tindak pidana seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan (begal), hingga tindak pidana lainnya terjadi merata di wilayah Bandung Raya, termasuk area perbatasan antardaerah.
"Karena masyarakat memandang Bandung Raya sebagai satu kawasan, maka penanganannya juga kudu dilakukan secara bersama-sama," terangnya.
Sebagai tindak lanjut, kata Farhan Pemkot Bandung bakal memperkuat patroli campuran berbareng abdi negara kepolisian di sejumlah titik rawan. Selain itu, sistem pengawasan melalui Command Center Kota Bandung juga bakal dioptimalkan selama 24 jam. Saat ini Kota Bandung mempunyai dua command center nan dikelola Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika.
"Fasilitas tersebut bakal dilengkapi kembali dengan speaker sehingga petugas dapat memberikan peringatan langsung kepada masyarakat andaikan terpantau potensi gangguan keamanan di ruang publik. Petugas di command center maupun Dishub bakal kembali bersiaga selama 24 jam untuk mendukung pengawasan dan respons sigap terhadap beragam laporan masyarakat," jelasnya.
Menurut Farhan, selain memperkuat pengawasan, patroli campuran juga bakal difokuskan pada sejumlah letak nan dinilai rawan, terutama area perbatasan serta beberapa ruang publik di Kota Bandung. Di antaranya Jalan Soekarno-Hatta–AH Nasution, Taman Maluku, Taman Lansia, Taman Cibeunying, Alun-alun Regol dan Alun-alun Cicendo. Patroli tersebut bakal melibatkan unsur kepolisian dan dilaksanakan secara rutin pada malam hingga awal hari sebagai langkah preventif untuk menekan potensi tindak kriminal.
"Di sisi lain, Pemkot Bandung juga memperkuat langkah pencegahan melalui pelibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Salah satunya dengan kembali menerapkan jam malam bagi pelajar serta mendorong sekolah melibatkan orangtua dalam pengawasan anak," tandasnya.
Farhan menyebut, kebijakan tersebut bukan untuk memberi stigma kepada pelajar sebagai pelaku kejahatan, melainkan untuk melindungi mereka agar tidak terjerumus menjadi pelaku maupun korban tindak kriminal. Pemerintah mau mencegah sejak awal agar anak-anak tidak terpengaruh lingkungan nan berpotensi membawa mereka pada tindakan pidana ataupun menjadi korban. Pemkot Bandung juga mendukung penguatan konsep community policing alias Polmas melalui aktivasi kembali semangat "Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota" nan selama ini dikenal masyarakat sebagai Siskamling.
"Peran aktif penduduk dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan nan kondusif dan kondusif. Saya juga meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh info nan belum terverifikasi, termasuk beragam konten viral mengenai rumor kriminalitas nan beredar di media sosial serta tetap mengedepankan info resmi serta bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Bandung.
"Hal nan paling krusial sekarang adalah menjaga ketenangan masyarakat. Jangan sampai info nan belum jelas justru memperbesar keresahan. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan Kota Bandung," sambungnya. (AN/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·