Bukan EV, Pabrikan Jepang Ini Malah Geber Penjualan Mobil Hybrid

1 jam yang lalu 3

Tangerang, CNBC Indonesia - Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi panggung bagi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk memperkuat eksistensinya di pasar kendaraan elektrifikasi. Berbeda dengan sejumlah merek nan mulai garang menawarkan mobil listrik berbasis baterai (BEV), Suzuki tetap mengandalkan lini kendaraan hybrid sebagai tulang punggung penjualannya di Indonesia.

Strategi tersebut tercermin dari jejeran model hybrid nan dipamerkan di GIIAS 2026, mulai dari All New Ertiga Hybrid, Grand Vitara Hybrid, Fronx Hybrid hingga New XL7 Hybrid nan menjalani debut dunia di Indonesia. Suzuki menyatakan perusahaan menerapkan strategi multi-pathway dalam menghadapi transisi menuju kendaraan rendah emisi.

"Kami mempunyai strategi multi-pathway, dalam corak full BEV, kemudian hybrid nan sudah kami perkenalkan di line up kami seperti Ertiga, XL7, Grand Vitara dan Fronx," ujar Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra di GIIAS 2026, Rabu (5/8/2026).

Model nan paling menyita perhatian di pameran tahun ini adalah New XL7 Hybrid. SUV tujuh penumpang tersebut menjadi model dunia pertama nan diperkenalkan di Indonesia dengan pembaruan kreasi eksterior, interior, serta penambahan fitur keselamatan. Suzuki tetap mempertahankan mesin K15B 1.462 cc nan menghasilkan tenaga sekitar 104,7 PS dan torsi 138 Nm, dipadukan teknologi SHVS pada jenis Beta Hybrid dan Alpha Hybrid.

Harga New XL7 Hybrid dipasarkan mulai Rp301,9 juta hingga Rp329,7 juta on the road Jakarta, sementara jenis New Zeta tanpa sistem hybrid diposisikan sebagai pilihan nan lebih terjangkau. Pada jenis tertinggi, Suzuki juga menyematkan fitur 360 View Camera, serta Tire Pressure Monitoring System (TPMS).

"TPMS dapat dimanfaatkan sebagai perangkat antisipasi pertama untuk menghindari hambatan teknis di tengah perjalanan. Dengan pantauan tekanan nan selalu pas, daya cengkeram mobil bakal terus konsisten. Hal ini merupakan aspek penentu keselamatan," ucap Donny.

Di segmen SUV lima penumpang, Grand Vitara Hybrid menjadi pilihan bagi konsumen nan menginginkan fitur lebih lengkap. Mobil ini menggunakan mesin K15C DualJet 1.462 cc nan dipadukan teknologi SHVS dengan transmisi otomatis enam percepatan. Sejumlah fitur seperti panoramic sunroof, head-up display, wireless charging, ventilated seat, kamera 360 derajat, serta enam airbag menjadi nilai tambah. Harga Grand Vitara dibanderol Rp416 juta untuk jenis GX dan Rp419 juta untuk jenis two tone.

Sementara itu, Suzuki Fronx Hybrid datang sebagai SUV crossover nan menyasar konsumen perkotaan. Model ini menggunakan mesin K15C 1.462 cc dengan teknologi SHVS dan tersedia dalam pilihan transmisi manual maupun otomatis enam percepatan. Varian hybrid dipasarkan mulai Rp286,9 juta hingga Rp331,3 juta tergantung jenis dan pilihan warna.

Pilihan kendaraan hybrid Suzuki juga tetap diperkuat oleh All New Ertiga Hybrid nan menyasar segmen keluarga. MPV tujuh penumpang tersebut mengandalkan mesin K15B 1.462 cc dengan support sistem SHVS melalui ISG dan baterai lithium-ion 12 volt. Ertiga Hybrid dipasarkan mulai Rp274,9 juta untuk jenis GX manual hingga Rp300,8 juta untuk jenis Cruise AT Two Tone.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya