Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Atasi Krisis Air Bersih yang Dialami 10.088 Warga di 6 Kecamatan

1 jam yang lalu 3
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Atasi Krisis Air Bersih nan Dialami 10.088 Warga di 6 Kecamatan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno (tengah).(MI/Widjajadi)

PUNCAK musim tandus pada Agustus 2026 menyebabkan 17 desa di 68 dusun nan tersebar di enam kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Wonogiri mengalami krisis air bersih. Sebanyak 10.088 jiwa alias 3.415 kepala family (KK) terdampak dan memerlukan pasokan air bersih.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno berbareng Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim menyalurkan support air bersih ke Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro, Selasa (4/8). Sebanyak empat truk tangki air bersih dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Ratusan penduduk menyambut support tersebut dengan membawa jeriken, ember, dan wadah lainnya untuk menampung air secara tertib.

"Ini sangat membantu lantaran krisis air sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Warga terpaksa berhemat lantaran sumber air bersih semakin susah diperoleh," ujar Supartono (49), penduduk Desa Tlogosari, usai menerima support air bersih.

Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 juta untuk program support air bersih bagi penduduk nan terdampak kekeringan pada 2026. Apabila krisis air bersih terus meluas selama musim tandus nan dipengaruhi kejadian El Nino, pemerintah bakal menyiapkan langkah penanganan darurat nan lebih intensif.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan dan pengedaran air bersih sebagai bagian dari penanganan darurat musibah kekeringan.

"Hingga awal Agustus 2026, kekeringan telah melanda enam kecamatan, 17 desa, dan 68 dusun. Sebanyak 3.415 KK alias 10.088 jiwa terdampak krisis air bersih akibat mengeringnya sumur, mata air, dan sumber air lainnya," kata Fuad.

Ia menjelaskan, krisis air bersih telah melanda dua desa di Kecamatan Giritontro, delapan desa di Kecamatan Eromoko, satu desa di Kecamatan Giriwoyo, serta sejumlah desa lainnya di wilayah selatan Kabupaten Wonogiri.

BPBD sekarang mengoptimalkan pengedaran air bersih ke wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan secara berjenjang dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat.

Musim tandus tahun ini dipengaruhi kejadian El Nino nan menyebabkan curah hujan menurun dan periode hari tanpa hujan berjalan lebih panjang. BMKG juga telah menetapkan status waspada untuk wilayah Wonogiri nan mengalami cuaca semakin panas dan minim hujan.

Wilayah pegunungan karst di bagian selatan Wonogiri menjadi area nan paling terdampak setiap musim kemarau. Pada tahun ini, akibat kekeringan dinilai lebih berat dibandingkan tandus ekstrem akibat El Nino pada 2023.

Sebagai perbandingan, pada tandus ekstrem 2023, kekeringan meluas hingga 14 kecamatan, 42 desa, dan 163 dusun dengan jumlah penduduk terdampak mencapai 9.791 KK alias 27.751 jiwa. (WJ/P-3)

Selengkapnya