Ilustrasi(Dok Istimewa)
PENDIDIKAN politik dan kesadaran kerakyatan bagi generasi muda sekarang dibentuk secara nyata sejak awal di lingkungan sekolah. Kegiatan Forum Diskusi Terpumpun (FDT) nan menginisiasi konsep Pemilihan OSIS (Pemilos) serentak berfaedah untuk memberikan pembelajaran teknis kepemiluan nan nyata, menggeser langkah berkampanye konvensional ke media digital nan ramah lingkungan, serta mengubah perilaku pemilih muda agar lebih bijak, objektif, dan tidak terpengaruh oleh praktik politik duit maupun sikap cuek (golput).
Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, menyampaikan bahwa pertemuan ini bermaksud untuk melahirkan bangunan berpikir baru dalam pemilihan OSIS. "Kami menyadari bahwa dalam kepemiluan, persentase terbesar jumlah pemilih diisi oleh kaum muda nan jumlahnya melampaui 50 persen. Dinamika politik dan pemilihan nantinya bakal sangat berpengaruh terhadap bunyi pemilih muda," ujar Yusa Arsana Putra, Jumat (24/7). Langkah ini dipandang sangat strategis mengingat potensi pemilih dari kalangan milenial dan Gen Z diperkirakan mencapai sekitar 64% pada Pemilu 2029 mendatang.
Sementara itu Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan, menjelaskan bahwa pihaknya mau membangun pola kerakyatan dan penyelenggaraan pemilihan nan secara pribadi mirip dengan pemilu sebenarnya.
"Pemilu tidak hanya soal kehadiran di TPS, namun secara kualitas juga menyangkut seberapa bisa pemilih menghargai dan memahami pentingnya kewenangan pilih tersebut. Oleh lantaran itu, kami di KPU mau mengajarkan tata langkah pemilihan secara teknis agar pemilih pemula nantinya siap secara kualitas dan jumlah untuk menyukseskan Pemilihan Tahun 2029," ungkap I Gede John Darmawan.
Melalui simulasi dan tata langkah pemilihan OSIS nan dirancang mendekati sistem pemilu nan sebenarnya ini, sekolah dapat difungsikan sebagai laboratorium kerakyatan nan ideal guna melahirkan pemilih pemula nan cerdas.
Sedangkan Anggota KPU Kabupaten Badung, Agung Rio Swandisara, turut mengutip pandangan filsuf Plato untuk menekankan pentingnya membangun logika kritis pemilih muda.
"Demokrasi bakal runtuh andaikan kita memilih pemimpin seperti memilih penyanyi favorit. Pemilihan OSIS serentak ini kami rancang untuk menghadirkan pendidikan pemilih dan mendekatkan proses kerakyatan nan nyata di sekolah terlebih dahulu, agar nantinya melahirkan pemilih pemula nan siap menyalurkan kewenangan pilihnya," tegas Agung Rio Swandisara.
Ia menambahkan bahwa ketika pemilihan OSIS bisa menggeser paradigma dari penggunaan iklan ke media sosial, perihal tersebut sekaligus dapat mengatasi persoalan lingkungan dengan mengurangi metode konvensional berbahan plastik.
Kegiatan Forum Diskusi Terpumpun berjudul Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Demokrasi dalam Pemilihan OSIS Tingkat SMA/SMK di Wilayah Kabupaten Badung ini diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Badung pada hari Jumat, 24 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Nayakottama, Gedung Graha Pemilu Alaya Giri Nata, Jalan Kebo Iwa No. 39, Denpasar. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·