Cegah Kebutaan Permanen, Penderita Diabetes Diminta Rutin Periksa Mata

1 hari yang lalu 4
Cegah Kebutaan Permanen, Penderita Diabetes Diminta Rutin Periksa Mata Imbauan untuk penderita glukosuria agar tidak menganggap remeh penglihatan buram.(Dok. Magnific)

GURU Besar Ilmu Kesehatan Mata Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Muhammad Bayu Sasongko, mengimbau masyarakat untuk berakhir menormalisasi gangguan penglihatan sebagai akibat wajar dari penuaan alias penyakit diabetes. Anggapan keliru ini sering kali membikin pasien menunda pemeriksaan medis hingga memicu komplikasi kebutaan permanen.

Dalam Forum Jurnalis Kesehatan berjudul "Mencegah Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik" di Jakarta, Senin (20/7), Prof. Bayu mengungkapkan bahwa survei persepsi menunjukkan banyak pasien menganggap pandangan buram adalah perihal lumrah bagi penderita glukosuria nan sudah lanjut usia. "Normalisasi seperti ini kudu diluruskan lantaran menghalang penanganan dini," tegasnya.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan prevalensi glukosuria di Tanah Air terus meningkat, dengan perkiraan satu dari sepuluh masyarakat sekarang hidup dengan kondisi tersebut. Sementara itu, Organisasi Diabetes Internasional (IDF) mencatat jumlah penderita glukosuria di Indonesia telah melampaui 20 juta jiwa dan diproyeksikan melonjak hingga 30 juta orang pada 2045.

Prof. Bayu menjelaskan bahwa penurunan kegunaan penglihatan akibat komplikasi diabetes, alias retinopati diabetik, sebenarnya dapat dicegah. Progresivitas penyakit ini bisa dihambat jika pasien rutin melakukan penemuan awal dan mendapatkan penanganan medis nan tepat sejak awal indikasi muncul.

Membiarkan komplikasi bersambung tidak hanya menurunkan kualitas hidup pasien secara drastis, tetapi juga memberikan beban psikologis dan finansial bagi keluarga. Pasien nan kehilangan penglihatan bakal kehilangan kemandirian mobilitas serta akses terhadap info esensial, mengingat 85 persen info sensoris manusia ditangkap secara visual.

Melalui edukasi nan masif, diharapkan penderita glukosuria lebih proaktif memeriksakan kondisi mata mereka. Kesadaran untuk melakukan skrining berkala menjadi kunci utama dalam menghindari akibat kebutaan nan dapat merusak produktivitas dan masa depan pasien. (Ant/Z-10)

Selengkapnya