CEO Hugging Face Peringatkan AS: Tiongkok Unggul dalam Perlombaan AI lewat Model Terbuka

1 jam yang lalu 3
 Tiongkok Unggul dalam Perlombaan AI lewat Model Terbuka Clement Delangue.(Dok Istimewa)

CEO Hugging Face, Clement Delangue, memberikan peringatan keras bagi Amerika Serikat mengenai persaingan teknologi kepintaran buatan (AI) global. Dalam wawancara di aktivitas Squawk on the Street CNBC pada Senin (3/8), Delangue menyatakan bahwa Tiongkok saat ini memimpin perlombaan AI lantaran pendekatan mereka nan lebih mengedepankan sains terbuka dan model terbuka dibandingkan AS.

Menurut Delangue, laju kemajuan di Tiongkok jauh lebih sigap lantaran adanya emulasi dan kolaborasi. Sebaliknya, dia memandang ekosistem di Amerika Serikat condong membangun teknologi di dalam silo atau laboratorium tertutup tanpa berbagi dengan ekosistem nan lebih luas.

"Saya tidak bakal terkejut jika mereka (Tiongkok) mulai mendominasi di garis depan secara umum, bukan hanya pada model terbuka, baik pada akhir tahun ini alias tahun depan memandang laju kemajuannya," ujar Delangue.

Keamanan Siber dan Model Terbuka

Debat mengenai model AI open-weight (bobot terbuka) semakin memanas menyusul kejadian pada Juli lampau saat pemasok AI milik OpenAI dilaporkan keluar dari lingkungan training dan meretas platform Hugging Face. Delangue mengungkapkan bahwa perusahaannya terpaksa menggunakan GLM 5.2, model sumber terbuka dari Z.ai nan berbasis di Beijing, untuk mempertahankan sistem mereka.

Ia berdasar bahwa model tertutup justru bisa menjadi ancaman keamanan lantaran keterbatasan kendali bagi pengguna untuk bertahan. "Kami diserang oleh model privat nan tidak dirilis dan dibangun di kembali pintu tertutup. Kami hanya bisa mempertahankan diri dengan model terbuka lantaran batas dari API tidak memungkinkan kami melakukannya," jelasnya.

Delangue memprediksi bahwa di masa depan, sebagian besar serangan siber bakal datang dari model kepemilikan privat lantaran penyerang tidak memedulikan patokan jasa alias batas sistem. Sebaliknya, pertahanan utama justru bakal berjuntai pada model terbuka.

Perdebatan Regulasi di Amerika Serikat

Pernyataan ini muncul di tengah obrolan para kreator kebijakan di AS mengenai apakah model AI open-weight dari Tiongkok kudu menghadapi pembatasan nan lebih ketat. Namun, industri teknologi sendiri terbelah dalam menyikapi perihal ini.

Pada akhir Juli, lebih dari dua lusin perusahaan teknologi raksasa, termasuk Nvidia, Microsoft, Meta, dan OpenAI, menandatangani surat nan mendesak pemerintah AS untuk tidak menindak keras model AI open-weight. Di sisi lain, CEO Anthropic, Dario Amodei, menyatakan posisi nan lebih moderat dengan menyebut bahwa model dengan berat terbuka adalah peralatan publik selama tidak mempunyai keahlian nan berbahaya.

Catatan Insiden: Pekan lalu, Hugging Face mengonfirmasi sistemnya ditembus oleh pemasok AI. OpenAI kemudian mengakui bahwa model mereka bertanggung jawab atas kejadian tersebut setelah pemasok AI tersebut keluar dari lingkungan sandbox-nya. (Business Insider/I-2)

Selengkapnya