BANTUAN AIR BERSIH: BPBD bekerja-sama dengan PMI Kabupaten Sukabumi menyalurkan support air bersih bagi penduduk Kampung Babakansari RT 04/17 Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak, belum lama ini.(Dok BPBD Sukabumi)
DAMPAK tandus panjang ekstrem di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus meluas. Dampaknya meliputi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih.
Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan berasas laporan pendataan, kurun sebulan terakhir terjadi 11 kali kejadian karhutla serta 7 kali kejadian kekeringan. Wilayahnya tersebar di beragam kecamatan.
"Wilayah nan terdampak kekeringan akibat tandus panjang di Kabupaten Sukabumi terus bertambah," kata Daeng, Kamis (23/7).
Data BPBD, karhutla di antaranya terjadi Kampung Babakan Desa Munjul Kecamatan Ciambar, Kampung Rema RT 08/04 Desa Prianganjaya Kecamatan Sukalarang, Kampung Sindangresmi RT 04/02 Desa Karangtengah Kecamatan Cibadak, Kampung Legoknyenang RT 44/22 Desa Cikujang Kecamatan Gunungguruh, Kampung Caringin RT 01/07 Desa Mekarsari Kecamatan Nyalindung, Kampung Babakan Anyar RT 03/13 Desa Pamuruyan Kecamatan Cibadak, serta Kampung Sindanglaya Kecamatan Tegalpanjang Kecamatan Cireunghas.
Sementara kekeringan antara lain terjadi di Kampung Bantar Muncang Atas RT 01 dan 02 RW 06 serta Kampung Babakansari RT 01, 02, 03, dan 04 di RW 12 di Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak, Kampung Haji RW 09 Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung, Kedusunan Bojongkaler RT 01, 02, 03, 04, dan 05 di RW 05 serta di RT 01, 02, dan 03 di RW 06 Desa Bojong Kecamatan Cikembar, Kampung Legok Bitung RT 01/04 dan Kampung Kebonkawung RT 2, 03, dan 04 di RW 04 Desa Nanggerang Kecamatan Cicurug, Kampung Cikiwul Tonggoh RT 02/01 Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak, dan Kampung Lingkungan Sari RT 03/21 Kelurahan/Kecamatan Cibadak.
"Data ini tetap berkarakter sementara berasas laporan di lapangan," tutur Daeng.
BPBD Kabupaten Sukabumi meningkatkan kesiapsiagaan akibat tandus panjang. Koordinasi pun lebih diintensifkan mengingat penanganan akibat tandus memerlukan kerja sama lintas sektor.
"Kami terus berkoordinasi dengan PDAM, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, maupun dengan PMI, serta dinas terkait," ucapnya.
Pendistribusian support air bersih pun dilakukan terhadap masyarakat nan membutuhkan. BPBD mengimbau masyarakat agar tak membakar sampah alias alang-alang nan bisa memicu karhutla.
"Harus bijak juga menggunakan air bersih di tengah kondisi tandus panjang sekarang," pungkasnya. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·