Jimmy Page(Doc IG Jimmy Page)
REKAMAN nan sebelumnya belum pernah terdengar dari David Bowie saat tetap memulai kariernya di London pada era 1960-an akhirnya bakal dirilis kepada publik. Materi tersebut berasal dari masa ketika Bowie tetap menggunakan nama Davy Jones dan berisi beberapa penampilan berbareng Jimmy Page, gitaris nan kelak dikenal sebagai personil pendiri band legendaris Led Zeppelin.
Sebelum mencapai kesuksesan besar melalui album Space Oddity pada 1969 dan kemudian mengubah wajah musik rock lewat karakter ikonik Ziggy Stardust pada 1972, Bowie memulai kariernya sebagai musisi dengan style nan sangat berbeda.
Pada pertengahan 1960-an, Bowie tampil dengan penampilan rapi dan style musik pop-rock nan dipengaruhi blues, dengan sentuhan psikadelik nan menjadi karakter unik musik London saat itu. Gaya tersebut sejalan dengan perkembangan musik dari band-band besar seperti The Beatles, Small Faces, hingga The Who.
Beberapa lagu dari periode awal Bowie, seperti Can’t Help Thinking About Me dan Do Anything You Say, sebelumnya sudah pernah dirilis. Namun, sebuah album kompilasi terbaru berjudul David Bowie: The Shel Talmy Recordings bakal menghadirkan beragam materi nan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Album tersebut dijadwalkan dirilis pada 18 September. Salah satu lagu nan sudah tersedia lebih awal adalah I Want Your Love, sebuah lagu rock and roll bernuansa blues nan menampilkan Bowie dengan style vokal penuh daya saat mengungkapkan kerinduannya terhadap seseorang.
Selain lagu tersebut, kompilasi ini juga berisi sejumlah rekaman nan belum pernah didengar sebelumnya, termasuk Cupid, Leave Her to Me, You Gotta Tell Her, Certain Woman, Today, I Live in Dreams, dan I Do Believe I Love You. Ada pula lagu instrumental berjudul Keep Up With the Jones.
Materi tersebut direkam saat Bowie tampil sebagai penyanyi solo maupun berbareng dua band pendukungnya, ialah The Lower Third dan The Manish Boys.
Pada masa itu, Bowie tetap menggunakan nama lahirnya, David Jones, dengan nama panggung Davy Jones alias Davie Jones. Ia kemudian mengganti namanya menjadi David Bowie pada 1966 untuk menghindari kebingungan dengan Davy Jones dari grup musik The Monkees.
Rekaman tersebut diproduksi oleh Shel Talmy, salah satu produser krusial dalam perkembangan musik rock Inggris era 1960-an. Talmy dikenal sebagai sosok di kembali sejumlah lagu besar seperti You Really Got Me milik The Kinks dan My Generation milik The Who.
Dalam sesi rekaman ini, Talmy juga melibatkan Jimmy Page nan saat itu tetap berstatus sebagai gitaris sesi sebelum mendirikan Led Zeppelin. Page berasosiasi sebagai bagian dari The Manish Boys nan menjadi band pendukung Bowie.
Selain Page, musisi sesi terkenal Nicky Hopkins nan pernah bermain berbareng The Rolling Stones, The Beatles, dan Jeff Beck juga ikut terlibat dalam beberapa rekaman tersebut.
Dua lagu produksi Talmy, ialah I Pity the Fool dan You’ve Got a Habit of Leaving, sebelumnya telah dirilis sebagai singel. Talmy pernah mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi Bowie.
“Saya betul-betul berpikir dia bakal berhasil. Satu-satunya perihal nan disayangkan adalah saya dan dia berada sekitar enam tahun lebih maju dibandingkan pasar saat itu,” ujar Talmy pada 2017.
Meski rekaman era 1960-an ini belum menunjukkan sosok David Bowie sebagai inovator musik nan kelak mengubah bumi rock, sejarawan musik Alec Palao menilai karya-karya tersebut kudu dilihat berasas konteks zamannya.
Menurut Palao, musik awal Bowie tidak boleh dibandingkan langsung dengan karya-karyanya di masa depan, melainkan kudu dipahami sebagai bagian dari perjalanan seorang seniman nan terus berkembang.
“David Bowie sebagai seorang seniman adalah sebuah kitab nan terdiri dari banyak bab. Setiap laman menghadirkan sesuatu nan berbeda dan tidak terduga dari sebelumnya,” tulis Palao dalam catatan album tersebut.
Sepanjang kariernya, Bowie memang dikenal sebagai musisi nan terus bereksperimen. Ia menggabungkan beragam genre, mulai dari funk, soul, drum and bass, hingga jazz ke dalam musiknya.
Meski kemudian berkembang menjadi sosok nan jauh lebih eksperimental, Bowie tidak pernah sepenuhnya meninggalkan karya-karya awalnya. Pada tahun 2000, dia kembali merekam sejumlah lagu lama berbareng band nan tampil bersamanya di Festival Glastonbury, termasuk lagu debutnya Liza Jane, untuk proyek album Toy.
Namun, Bowie kemudian kembali konsentrasi menciptakan musik baru dan menghasilkan rangkaian album krusial seperti Heathen (2002) hingga album terakhirnya, Blackstar (2016). Album Toy sendiri baru dirilis secara resmi pada 2021, lima tahun setelah meninggalnya David Bowie.
Perilisan David Bowie: The Shel Talmy Recordings menjadi kesempatan bagi fans untuk memandang sisi awal perjalanan musik Bowie sebelum dia menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah musik dunia. (Z-4)
Sumber: theguardian








English (US) ·
Indonesian (ID) ·