Dedi Mulyadi Respons Yusril soal Sayembara Tangkap Begal

1 jam yang lalu 2
Dedi Mulyadi Respons Yusril soal Sayembara Tangkap Begal : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berbareng Komisaris Utama Independen Bank BJB Susi Pudjiastuti (kanan), dan Sekda Jawa Barat Herman Suryatman (kiri)( ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye)

MENTERI Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menghentikan sayembara menangkap begal lantaran berisiko memicu tindakan main pengadil sendiri dan salah tangkap. Dedi Mulyadi mengaku berterima kasih atas koreksi tersebut. Menurutnya, masukan tersebut menjadi pengingat agar dirinya lebih berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan sebagai kepala daerah.

Dia menegaskan bahwa kebijakan sayembara bukan bermaksud mendorong tindakan main pengadil sendiri. Sebaliknya, program tersebut dirancang untuk mencegah pelaku kejahatan menjadi korban amuk massa sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam menjaga keamanan masyarakat.

“Saya menyampaikan bahwa sayembara ini dilakukan justru untuk mencegah main pengadil sendiri,” tandasnya. 

Menurut dia, praktik main pengadil sendiri terhadap pelaku pencurian sudah lama terjadi, apalagi jauh sebelum kebijakan sayembara diumumkan. 

Ia mencontohkan beragam kasus pencurian, mulai dari ayam, domba hingga sepeda motor, nan berujung pada pengeroyokan hingga menyebabkan pelaku meninggal dunia.

Apabila masyarakat mempunyai pilihan untuk menyerahkan pelaku kepada abdi negara dalam keadaan hidup dan memperoleh bingkisan melalui sistem sayembara, potensi tindakan main pengadil sendiri dapat diminimalkan.

“Kalau ada sayembara, bisa jadi pelaku tidak dihakimi lantaran masyarakat merasa lebih baik diserahkan dalam keadaan hidup dan kemudian mendapat hadiah,” ujarnya.

Dedi mengakui langkah berpikirnya lebih banyak dipengaruhi pengalaman menangani persoalan di lapangan sehingga condong berkarakter praktis. Sementara itu, dia menilai Yusril mempunyai perspektif akademis dan nasional nan lebih luas.

Meski demikian, dia menegaskan substansi nan mau disampaikan bukan semata mengenai sistem sayembara, melainkan pentingnya negara datang dalam setiap persoalan keamanan nan dihadapi masyarakat.

Dalam setiap kasus pembegalan maupun pencurian merupakan parameter bahwa negara belum sepenuhnya datang memberikan perlindungan kepada masyarakat. Karena itu, KDM membujuk seluruh pihak bersama-sama membangun tata kelola keamanan nan lebih baik dengan memastikan kehadiran negara di seluruh wilayah.

“Negara kudu datang dalam setiap perspektif lingkungan. Tidak boleh ada satu jengkal tanah pun tanpa kehadiran negara,” tegasnya.

Ia berambisi upaya tersebut dapat terus menekan nomor kejahatan, khususnya kasus pembegalan di Jawa Barat. Dedi Mulyadi juga mengungkapkan berasas kondisi nan dipantau pemerintah daerah, nomor kejahatan di Jawa Barat saat ini menunjukkan tren penurunan, termasuk kasus pembegalan. 

“Kita semangat mewujudkan keamanan di wilayah Jawa Barat. Faktanya hari ini kejahatan menurun, pembegalan terus mengalami penurunan,” tegasnya.  (H-4)

Selengkapnya