Delvis Rettob Tekankan Solidaritas usai Terpilih Pimpin PP PMKRI

1 hari yang lalu 8
Delvis Rettob Tekankan Solidaritas usai Terpilih Pimpin PP PMKRI Ilustrasi(Istimewa)

CHRISTIAN Alesandro Delviero Rettob alias Delvis Rettob resmi terpilih sebagai Mandataris Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA), Formatur Tunggal, sekaligus Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas periode 2026-2028.

Delvis ditetapkan sebagai Ketua Presidium dalam Sidang MPA XXXIII nan digelar di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/7).

Pada putaran pertama pemilihan, sembilan kandidat mengikuti pemungutan suara, ialah Popin dari Surabaya, Bhre dari Semarang, Jonas dari Yogyakarta, Mone dari Kupang, Delvis dari Ambon, Ferdy dari Bogor, Exen dari Malang, Nardin dari Ruteng, dan Roland dari Denpasar.

Delvis memperoleh 43 suara, disusul Exen 13 suara, Mone dan Jonas masing-masing delapan suara, Roland empat suara, Bhre tiga suara, Popin dan Nardin masing-masing dua suara, Ferdy satu suara, serta tiga bunyi tidak sah. Delvis dan Exen lolos ke putaran kedua. Namun, sebelum pemungutan bunyi berlangsung, Exen meninggalkan arena. Berdasarkan tata tertib dan agenda persidangan, forum MPA kemudian menetapkan Delvis sebagai Ketua Presidium PP PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026-2028.

Usai terpilih, Delvis menyampaikan apresiasi kepada seluruh bagian nan telah menyukseskan Kongres dan MPA. Menurutnya, seluruh rangkaian aktivitas berjalan dengan penuh dinamika, namun tetap dalam suasana persaudaraan.

"Keberhasilan Kongres dan MPA itu merupakan hasil kerja keras seluruh bagian PMKRI se-Indonesia. Prosesnya memang penuh dinamika, tetapi melangkah dalam kehangatan dan semangat persaudaraan," ujar Delvis.

Ia mengatakan kepengurusan baru bakal memperkuat kemitraan dengan pemerintah pusat dan daerah, lembaga negara, serta organisasi sosial dan kemasyarakatan. Selain itu, konsolidasi internal di seluruh bagian juga bakal diperkuat agar PMKRI bisa merespons beragam persoalan bangsa, termasuk ketimpangan pembangunan dan kebijakan nan belum merata.

Delvis juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai, para senior, serta masyarakat Manggarai nan telah menyambut peserta kongres.

Ia membujuk seluruh kader menjaga persatuan organisasi meski mempunyai perbedaan pandangan.

"Perbedaan sikap politik jangan sampai mencederai organisasi. Mari kita kembali mengedepankan semangat persaudaraan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun PMKRI," tegasnya.

Delvis berambisi PMKRI menjadi organisasi nan semakin kritis, mandiri, solid, dan relevan dalam melayani Gereja, bangsa, dan negara.

Ketua Cabang Penyelenggara Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI, Margareta Kartika, berambisi kepengurusan baru dapat membawa PMKRI terus berkembang sebagai aktivitas kader nan beriman, intelektual, dan berpihak kepada masyarakat.

"PMKRI kudu terus memperkuat persaudaraan dan solidaritas, sekaligus menghadirkan program kaderisasi dan aktivitas nan konkret, berbasis data, serta berpihak kepada golongan mini dan rentan," ujar Kartika.

Sementara itu, Ketua PMKRI Cabang Palangka Raya, Alponsus Nuno Maria, berambisi Ketua Presidium berbareng jejeran pengurus baru dapat melanjutkan dan melengkapi program nan belum terlaksana pada periode sebelumnya. Ia juga berambisi pengurus pusat lebih aktif mengunjungi bagian untuk menyerap aspirasi kader.

"Harapannya, Ketua Presidium dan pengurus baru dapat turun langsung ke cabang-cabang, mendengar serta memahami beragam persoalan nan ada. Dengan begitu, kebijakan dan program nan dijalankan betul-betul menjawab kebutuhan cabang," kata Alponsus.

Ketua PMKRI Cabang Jayapura, Christo Uropmabin, juga berambisi kepengurusan baru memberi perhatian lebih besar terhadap penguatan kaderisasi dan konsolidasi internal, termasuk memperhatikan beragam persoalan di Papua.

"Pengurus baru kudu memperkuat kaderisasi dan konsolidasi internal, sekaligus memberi perhatian terhadap beragam persoalan di Papua. PMKRI kudu tetap datang untuk menyuarakan kepentingan masyarakat serta memperjuangkan mereka nan lemah dan kurang didengar," demikian Christo. (E-4)

Selengkapnya