Demi Bansos Tepat Sasaran, DTSEN Update 3 Bulan Sekali!

13 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah bakal terus memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara reguler. Tujuannya, untuk membikin penyaluran support sosial (bansos) lebih efektif dan tepat sasaran.

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati mengatakan pembaharuan DTSEN terus dilakukan dan juga terus disempurnakan agar pemerintah dapat mengetahui data-data untuk menyalurkan bansos lebih tepat sasaran.

"DTSEN terus disempurnakan ya, dan kita juga pembaruan per 3-4 bulan, sehingga selalu berubah juga datanya," kata Vivi saat ditemui CNBC Indonesia setelah peluncuran Buku Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka, Rabu (29/7/2026).

Dengan adanya pembaharuan secara berkala, diharapkan perbaikan penerima bansos bakal lebih baik dan nantinya penyaluran lebih efektif menjangkau masyarakat nan memang betul-betul membutuhkan.

"Jadi perbaikan penerima bahan sosial tentunya bakal lebih banyak juga," tutur Vivi.

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta para kepala wilayah berkedudukan aktif dalam pemutakhiran alias pengkinian DTSEN secara berkala setiap tiga bulan. Akurasi info menjadi kunci penyaluran bansos serta program-program pemberdayaan tepat sasaran.

"Jadi setiap 3 bulan ada info mutakhir, hasil pemutakhiran. Kami ikutkan Dinsos, kami ikutkan bapak bupati untuk ikut memproses info ini," kata Gus Ipul dalam audiensi berbareng Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya dan Bupati Aceh Barat, Tarmizi di Kantor Kemensos, Selasa (27/1/2026).

Mensos menjelaskan proses pemutakhiran info melibatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinsos, kelurahan/desa, serta petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah.

Adapun, data-data tersebut kemudian dikompilasi dan kudu ditandatangani oleh kepala wilayah hingga akhinya diterbitkan oleh BPS setiap tanggal 20 untuk menjadi pedoman penyaluran bansos. Sebelum ditetapkan, Gus Ipul menjelaskan para bupati maupun walikota dapat ikut mengecek kesesuaian info dengan kondisi di lapangan.

"Jadi setiap bulan pun bapak boleh mengusulkan pemutakhiran, ya bisa diusulkan. Nanti setiap tanggal 20, triwulan pertama, kedua, ketiga itu bakal ada hasil pemutakhiran dari BPS. Nanti pak bupati bisa cek lagi kemarin nan saya usulkan sesuai apa enggak," ujar Gus Ipul.

Nantinya, DTSEN tak hanya berisi info kemiskinan saja tetapi juga data-data lain seperti info pertanian hingga kesehatan nan terintegrasi dengan kementerian/Lembaga mengenai sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.

"Ini tidak hanya (data) miskin, pak, (ada info mengenai) pertanian, ini, semua, hanya satu. Mandatnya Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Semua data, semua ada di sini. (Data) kesehatan, semua, peternakan, sawah, ladang, semua datanya di sini terhubung. Ini semua info ini terhubung dengan Dukcapil, terhubung dengan ATR/BPN, terhubung dengan BKN. Jadi ini info tunggal," papar Gus Ipul.

Data ini memuat seluruh info tentang masyarakat Indonesia, baik perseorangan maupun keluarga, sehingga akurasinya sangat krusial sebagai pedoman pengambilan kebijakan.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya