Destry Gantikan Perry Jadi Plt Gubernur BI, Ini Pesan Anindya Bakrie

59 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie berambisi pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara otoritas moneter dan pemerintah. Sinergi tersebut dinilai krusial agar stabilitas ekonomi tetap terjaga tanpa mengorbankan aktivitas bumi usaha.

Anindya mengatakan kebijakan moneter dan fiskal perlu saling melengkapi dalam menghadapi tantangan ekonomi. Menurutnya, pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar kudu menjadi agenda berbareng nan dijalankan secara seimbang.

"Ke depan, Kadin mengharapkan kerja sama nan lebih baik lagi antara otoritas moneter dan otoritas fiskal. BI perlu mendukung fiskal dan sebaliknya pemerintah mendukung stabilitas moneter dengan mengendalikan laju inflasi," kata Anindya.

Ia menilai stabilitas rupiah tetap menjadi perhatian utama pelaku usaha. Di sisi lain, bumi upaya juga memerlukan kepastian biaya pendanaan agar aktivitas investasi dan ekspansi upaya tidak terganggu.

"Dalam jangka pendek, BI diharapkan lebih efektif menjaga stabilitas rupiah dan mengembalikan nilai tukar rupiah ke level Rp16.500 per dolar AS sebagaimana dugaan APBN 2026," ujarnya.

Menurut Anindya, Bank Indonesia mempunyai beragam instrumen kebijakan selain meningkatkan suku kembang acuan. Pemanfaatan instrumen nan lebih beragam dinilai dapat menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan keberlangsungan bumi usaha.

"Kenaikan suku kembang acuan, BI Rate, tidak mesti menjadi satu-satunya instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah. Banyak instrumen moneter nan bisa dilakukan BI. Jangan terus-menerus meningkatkan suku kembang untuk menjaga rupiah. Karena dampaknya bakal negatif bagi bumi usaha," katanya

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan konvensi Pers mengenai Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo Mundur, di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Dok. Istimewa)Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan konvensi Pers mengenai Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo Mundur, di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Dok. Istimewa) Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan konvensi Pers mengenai Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo Mundur, di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Dok. Istimewa)

Ia menilai menjaga nilai tukar tetap stabil tanpa membebani sektor upaya bakal menjadi tantangan besar bagi Gubernur Bank Indonesia berikutnya. Keberhasilan menjalankan tugas tersebut dinilai bakal memberikan akibat positif terhadap suasana investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Bagaimana menjaga stabilitas rupiah dengan tetap mempertahankan suku kembang adalah tugas berat gubernur nan bakal datang," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani mengatakan pergantian kepemimpinan di bank sentral kudu dilakukan dengan tata kelola nan baik. Menurutnya, bumi upaya memerlukan kesinambungan kebijakan agar aktivitas ekonomi tetap melangkah normal.

"Dunia upaya menghormati keputusan nan telah disampaikan dan berpandangan bahwa proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia perlu dijalankan secara baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. nan paling krusial bagi bumi upaya adalah terjaganya policy continuity, kredibilitas institusi, dan kepercayaan pasar terhadap independensi BI sebagai otoritas moneter," kata Shinta kepada CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026).

Perhatian pasar terhadap pergantian Gubernur BI merupakan perihal nan wajar. Namun, kondisi tersebut tidak bakal berkembang menjadi sentimen negatif andaikan kepastian arah kebijakan segera diberikan kepada pelaku pasar.

"Pengunduran diri Gubernur BI di tengah masa kedudukan secara alami bakal menjadi perhatian pasar. Faktor nan paling menentukan adalah seberapa sigap kepastian mengenai proses transisi dan arah kebijakan dapat diberikan kepada pasar," ujarnya.

Komunikasi kebijakan nan konsisten bakal menjadi kunci menjaga stabilitas pasar. Menurutnya, penanammodal memerlukan arah nan jelas selama masa pergantian kepemimpinan berlangsung.

"Apabila transisi melangkah dengan baik dan komunikasi kebijakan tetap clear, credible, and predictable, maka volatilitas pasar dapat diminimalkan dan kepercayaan penanammodal tetap terjaga," katanya.

Ia berambisi proses penunjukan Gubernur BI definitif dapat berjalan sigap sehingga ketidakpastian tidak berlarut-larut. Dengan demikian, pelaku upaya dapat kembali konsentrasi menjalankan aktivitas upaya di tengah tantangan ekonomi global.

"Sebaliknya, ketidakpastian nan berjalan terlalu lama berpotensi mempengaruhi sentimen pasar, nilai tukar, biaya pendanaan, serta keputusan investasi," kata Shinta.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya