Detik-Detik AS Bombardir 80 Target di Iran, Api Berkobar

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Militer AS, CENTCOM, menyatakan telah menghantam lebih dari 80 sasaran di Iran. Ini menjadi serangan baru di tengah gencatan senjata.

Smoke rises at an unknown location following what U.S. Central Command says is a new wave of strikes against Iran on Tuesday after three tankers were hit by projectiles in the Strait of Hormuz, in this still image taken from video released July 7, 20

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah militer Washington melancarkan gelombang serangan terbaru nan menyasar puluhan sasaran strategis di wilayah Iran, Selasa waktu setempat. Komando Pusat AS, CENTCOM, menyatakan telah menghantam lebih dari 80 sasaran dalam operasi tersebut. Sasaran serangan meliputi sistem pertahanan udara Iran, akomodasi radar pesisir, hingga keahlian rudal anti-kapal nan dinilai menjadi bagian krusial dari pertahanan maritim Teheran. (Reuters)

IRAN-CRISIS/

Rekaman video nan beredar memperlihatkan akibat serangan tersebut. Namun, Reuters menyebut belum dapat memverifikasi secara independen letak maupun waktu pengambilan gambar. (Reuters)

IRAN-CRISIS/

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terjadi pada Rabu (8/7/2026) waktu setempat. Ledakan dilaporkan terdengar di pusat minyak utama Iran di Pulau Kharg, Pulau Qeshm, serta di kota-kota pelabuhan selatan Sirik dan Bandar Abbas. (Reuters)

IRAN-CRISIS/

Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dari kalangan sipil. Meski demikian, televisi pemerintah Iran melaporkan beberapa orang mengalami luka-luka akibat pecahan proyektil nan menghantam dermaga komersial di Sirik. (Reuters)

IRAN-CRISIS/

Pihak militer Iran juga memperingatkan bahwa Teheran tidak bakal membiarkan kombinasi tangan Washington dalam pengelolaan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis nan menjadi salah satu rute utama pengedaran minyak dunia. Pernyataan itu menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi bentrok nan dapat mengganggu stabilitas pasokan daya global. (Reuters)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya