ARTICLE AD BOX
Militer AS, CENTCOM, menyatakan telah menghantam lebih dari 80 sasaran di Iran. Ini menjadi serangan baru di tengah gencatan senjata.
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah militer Washington melancarkan gelombang serangan terbaru nan menyasar puluhan sasaran strategis di wilayah Iran, Selasa waktu setempat. Komando Pusat AS, CENTCOM, menyatakan telah menghantam lebih dari 80 sasaran dalam operasi tersebut. Sasaran serangan meliputi sistem pertahanan udara Iran, akomodasi radar pesisir, hingga keahlian rudal anti-kapal nan dinilai menjadi bagian krusial dari pertahanan maritim Teheran. (Reuters)
Rekaman video nan beredar memperlihatkan akibat serangan tersebut. Namun, Reuters menyebut belum dapat memverifikasi secara independen letak maupun waktu pengambilan gambar. (Reuters)
Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terjadi pada Rabu (8/7/2026) waktu setempat. Ledakan dilaporkan terdengar di pusat minyak utama Iran di Pulau Kharg, Pulau Qeshm, serta di kota-kota pelabuhan selatan Sirik dan Bandar Abbas. (Reuters)
Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dari kalangan sipil. Meski demikian, televisi pemerintah Iran melaporkan beberapa orang mengalami luka-luka akibat pecahan proyektil nan menghantam dermaga komersial di Sirik. (Reuters)
Pihak militer Iran juga memperingatkan bahwa Teheran tidak bakal membiarkan kombinasi tangan Washington dalam pengelolaan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis nan menjadi salah satu rute utama pengedaran minyak dunia. Pernyataan itu menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi bentrok nan dapat mengganggu stabilitas pasokan daya global. (Reuters)
source on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·