loading...
seminar nasional berjudul Meneguhkan Konstitusi Menuju Kemajuan Bangsa, Telaah Terhadap Stabilitas Nasional di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Foto: Istimewa
JAKARTA - Organisasi Masyarakat Jaga Republik Indonesia (JARI) menggelar seminar nasional berjudul "Meneguhkan Konstitusi Menuju Kemajuan Bangsa, Telaah Terhadap Stabilitas Nasional" di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Sebagai tuan rumah dan Sekretaris Jenderal JARI, Andrianto langsung membuka aktivitas dengan melontarkan kritik tajam terhadap kondisi sistem ketatanegaraan pascaamandemen.
Dia menilai Undang-Undang Dasar (UUD) hasil amandemen tahun 2002 sudah kebablasan, sangat liberalistik, dan tidak lagi mencerminkan napas perjuangan para pendiri bangsa. "Kita kudu jujur, konstitusi 2002 ini sudah tidak relevan dengan kondisi Indonesia dan membikin biaya politik menjadi sangat mahal. Kami sangat optimis, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo kelak bangsa ini bakal menuju arah nan jauh lebih baik mana kala beliau berani menegakkan UUD 1945 secara murni dan konsekuen," ujar Andrianto.
Seminar ini kemudian membedah carut-marut konstitusi dan stabilitas nasional melalui pemaparan empat master utama, serta tokoh pergerakan, dengan poin-poin kritis. Pakar Pertahanan Nasional Selamat Ginting dengan tegas menuding bahwa sistem pemilihan Presiden (pilpres) secara langsung adalah hulu dari segala kehancuran politik saat ini.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·