Surat Utang Tenor 20 Tahun Milik Tetangga RI Laris Manis

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Penerbitan Obligasi Infrastruktur Hijau (Green SGS Infrastructure Bond) Singapura berjangka 20 tahun diminati para investor. Pesanannya mencapai 1,83 kali lipat dari jumlah nan ditawarkan untuk penanammodal institusional.

Manajer portofolio senior Aberdeen, Jerome Tay mengatakan permintaan pada penjualan obligasi hijau 20 tahun ini mencerminkan kepercayaan penanammodal pada pemerintah Singapura dan ekonominya. Selain itu menunjukkan kepercayaan pada keahlian menarik aliran modal nan aman.

Faktor pendorong lain adalah obligasi nan jatuh tempo pada 1 Agustus 2046 bakal menggantikan obligasi referensi 20 tahun hingga Maret 2046.

Para analis mengatakan terdapat permintaan di kalangan penanammodal jangka panjang di Singapura untuk obligasi pemerintah jangka panjang. Sebab jenis ini langka dan tidak likuid untuk pasar sekunder, dikutip dari Business Times, Sabtu (25/4/2026).

Imbal hasil dari obligasi ini mencapai 2,4%. Sementara itu, penawarannya terdiri dari S$2,6 miliar, maksimum dari kisaran S$2,1 miliar hingga S$2,6 miliar diberikan oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS).

Penawaran Green Singapore Government Securities jadi nan kedelapan dari rangkaian obligasi hijau pemerintah dan telah diterbitkan melalui Kerangka Obligasi Hijau Singapura.

Obligasi hijau 20 tahun untuk pertama kalinya bakal dilakukan dengan penetapan nilai melalui sindikasi. Ini sama seperti dengan publikasi pertama obligasi hijau 30 tahun dan 50 tahun.

Sebagian besar penawaran bakal diberi nilai dengan sistem lelang, dengan mengikuti almanak ketat seperti SGS konvensional.

Pemerintah Singapura telah menerbitkan obligasi hijau 50 tahun dengan nilai S$7,7 miliar dalam empat tahap. Adapula jangka waktu 30 tahun dengan tiga penawaran senilai S$5,8 miliar.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya