Didorong PCNU dan PWNU, Kiai Marsudi Siap Berkhidmah Menjadi Caketum PBNU

58 menit yang lalu 2
Didorong PCNU dan PWNU, Kiai Marsudi Sampaikan Siap Maju Caketum PBNU Nahdlatul Ulama.(Dok.MI)

TOKOH senior Nahdlatul Ulama (NU) nan juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, menyatakan kesiapannya untuk maju dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada muktamar mendatang.

Langkah ini dia ambil untuk merespons aspirasi dan dorongan dari jejeran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta para ustad dari beragam wilayah di Indonesia.

“Terima kasih kepada pihak-pihak nan telah menyampaikan aspirasinya secara publik. Saya dianggap bisa meneruskan, membawa organisasi keluar dari konflik, serta menjalankan roda organisasi dengan lebih baik ke depan,” ujar Kiai Marsudi dalam keterangannya nan disiarkan sebuah tayangan podcast ruang publik.

Ia menegaskan seluruh perjalanan hidupnya tidak pernah lepas dari semangat khidmah (pengabdian). Oleh lantaran itu, ketika dorongan tersebut datang dari pengurus daerah, dia menyatakan kesiapannya.

"Hidup saya ini tidak lepas dari khidmah. Ketika perjalanan menuju khidmah ini didukung oleh cabang-cabang maupun wilayah, maka di mana saja dan kapan saja, kita siap. Jika kita memaknai hidup sebagai khidmah, tidak bakal ada capeknya dan tidak bakal ada keluh kesahnya—baik itu khidmah lil 'ilmi (pengabdian pada ilmu), khidmah lil 'ulama, hingga khidmah lil Nahdlatul Ulama. Kalau niatnya sudah begitu, saya percaya semuanya terasa ringan," ungkapnya.

Kiai Marsudi juga menambahkan pentingnya pengalaman berorganisasi secara berjenjang sebelum memimpin sebuah lembaga besar. “Sebelum menjadi 'Ketua Umum', minimal kudu terbiasa menjadi 'umumnya ketua'. Kita sudah terbiasa melewati proses dari bawah agar memahami refleksinya. Jadi ketika ada masalah, hatikecil dan sensorik organisasi kita sudah terlatih untuk melakukan perbaikan,” jelasnya.

DUKUNGAN TINGKAT CABANG
Dukungan terhadap Kiai Marsudi terus mengalir dari jejeran pengurus tingkat cabang. Ketua PCNU Kota Tual, Juni Tamsil Kilwo, menilai dinamika menjelang Muktamar memerlukan figur pemimpin nan bisa membawa perubahan sekaligus menjaga independensi PBNU.

"Dari muktamar ke muktamar, selalu ada perihal baik dan ada nan perlu diperbaiki. Di tengah dinamika elite PBNU saat ini, angan kami ke depan adalah menghadirkan figur nan lebih baik dan amanah," kata Juni.

Menurut Juni, komunikasi intensif untuk menyatukan bunyi telah dilakukan berbareng sejumlah PWNU dan PCNU di area Indonesia Timur, meliputi Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

"Kami sudah berkomunikasi dan sepakat menyatukan bunyi untuk Kiai Marsudi Syuhud. Komunikasi terus melangkah intensif, dan pada saatnya kelak deklarasi support resmi bakal disampaikan secara terbuka," tegasnya.

Senada dengan perihal tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Eko Santoso, menegaskan bahwa Kiai Marsudi mempunyai kapabilitas dan rekam jejak nan mumpuni untuk memimpin PBNU.

"Beliau jelas latar belakangnya, jelas ketokohannya, dan jelas kiprahnya. Kader Nahdliyin pasti mengakui kapabilitas beliau. Peran beliau tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional apalagi internasional," ujar Eko.

Eko menyoroti keaktifan Kiai Marsudi dalam beragam forum internasional nan mengusung rumor perdamaian dunia. "Beliau aktif sebagai pembicara perdamaian bumi di Global Peace Foundation. Beliau kerap mempromosikan nilai moderasi Islam, Pancasila, dan kerukunan antaragama di beragam forum internasional. Tidak sembarang orang bisa diundang dan menjadi pembicara di tingkat dunia seperti itu," pungkasnya.(E-2)

Selengkapnya