ARTICLE AD BOX
Ilustrasi(Dok Istimewa)
UNIVERSITAS Koperasi Indonesia (Ikopin University) menggelar Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-62 dengan mengusung tema "Gerakan Literasi Koperasi untuk Negeri: Quantum Leap, Transforming Minds, Revolutionizing Co-ops for The Next-Gen" di Graha Suhardani Ikopin University di Jatinangor Senin (13/7).
Seminar nan mengangkat subtema "Membangun Peradaban dari Pedalaman, Pengalaman, Pembelajaran, dan Masa Depan Koperasi Indonesia" ini menjadi ruang obrolan bagi akademisi, pemerintah, praktisi, hingga penggerak koperasi untuk merumuskan arah pengembangan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan Ikopin University, perwakilan dinas koperasi se-Bandung Raya, pegiat koperasi, serta utusan Kementerian Koperasi Republik Indonesia.
Dalam pidato kuncinya, Anggota DPR RI Komisi IV Dr. Dadang M. Naser menekankan pentingnya nilai sabilulungan sebagai fondasi pembangunan koperasi di Indonesia. Sabilulungan tidak hanya dimaknai sebagai gotong-royong, tetapi juga kudu diwujudkan dalam seluruh aspek pengembangan koperasi, mulai dari tata kelola, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
"Sumber daya ekonomi menjadi aspek krusial dalam membangun kemandirian bangsa. Barang siapa menguasai sumber-sumber ekonomi maka dia bakal berkuasa. Koperasi kudu mengambil peran sebagai penerapan Pasal 33 UUD 1945," ujar mantan Bupati Bandung 2010-2015.
Dadang menilai pengalaman Koperasi Unit Desa (KUD) dapat menjadi pembelajaran krusial bagi pengembangan koperasi modern. Selain itu, hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai menjadi momentum kebangkitan koperasi dalam memperkuat perekonomian nasional.
Dari forum seminar tersebut juga muncul usulan agar pengembangan sumber daya manusia (SDM) KDMP melibatkan perguruan tinggi, termasuk Ikopin University sehingga bisa memperkuat penerapan ekonomi Pancasila.
Pendidikan Lebih Penting dari pada Modal
Pendiri Ikopin University, Dr. Ir. H. Muslimin Nasution, mengingatkan bahwa kekuatan utama koperasi tidak semata-mata terletak pada besarnya modal, melainkan kualitas pendidikan anggotanya. Pendidikan bakal melahirkan karakter, mental positif, serta semangat pemberdayaan ekonomi nan menjadi fondasi koperasi sejati. Ia juga mengulas sejarah berdirinya Bulog nan berasal dari Komando Logistik Nasional (Kolognas) sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
"Bukan gimana mendapatkan modal sebanyak-banyaknya, tetapi gimana pendidikan tumbuh dan berkembang dalam pemberdayaan ekonomi. Saya berambisi Ikopin University terus menjadi pusat pembentukan kader koperasi melalui konsep "Membangun Koperasi Sejati," ungkapnya.
Sementara itu Rektor Universitas Koperasi Indonesia Prof. Agus Pakpahan menilai keberhasilan Koperasi Keling Kumang layak menjadi model pengembangan koperasi di Indonesia. Koperasi tersebut sukses membangun budaya kekeluargaan nan diwariskan dari generasi ke generasi sehingga bisa tumbuh secara berkelanjutan.
"Saya mendorong mahasiswa Ikopin mempelajari praktik baik Koperasi Keling Kumang sebagai referensi pengembangan koperasi masa depan.
Semangat budaya, tradisi, dan kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam membangun koperasi nan maju," tuturnya.
Seminar nasional ini dipandu oleh Guru Besar Universitas Koperasi Indonesia Prof. Dr. Sugianto sebagai moderator. Hadir pula Sekretaris Deputi Pengembangan Sumber Daya dan Talenta Kementerian Koperasi, Wisnu Gunadi, nan juga merupakan alumni Ikopin angkatan 1990.
Melalui seminar ini, Ikopin University menegaskan komitmennya memperkuat literasi koperasi sekaligus menyiapkan generasi muda nan bisa menjawab tantangan ekonomi masa depan. Penguatan pendidikan, kerjasama dengan pemerintah, serta pengembangan koperasi berbasis nilai kekeluargaan diharapkan menjadi fondasi lahirnya koperasi modern nan adaptif dan berkekuatan saing menuju Indonesia Emas 2045. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·