Disdik Jatim Matangkan Persiapan TKA dan Asesmen Nasional 2026 untuk 447 Ribu Siswa

16 jam yang lalu 5
Disdik Jatim Matangkan Persiapan TKA dan Asesmen Nasional 2026 untuk 447 Ribu Siswa Sejumlah siswa mengerjakan soal Matematika saat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana di SD Negeri Kalicari 3, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026).(Dok Antara)

DINAS Pendidikan Jawa Timur mulai melakukan persiapan penyelenggaraan Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) tahun 2026 nan bakal diikuti 447.705 siswa dari 4.073 SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur .

“Persiapan Jatim dalam menghadapi penyelenggaraan TKA 2026 sudah matang, termasuk telah menyusun strategi peningkatan kualitas pembelajaran berasas hasil pertimbangan TKA tahun lalu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai di Surabaya, Rabu (29/7).

Dinas Pendidikan Jatim telah mengevaluasi hasil TKA 2025. Perbaikan difokuskan pada kompetensi nan tetap perlu ditingkatkan, khususnya Bahasa Indonesia dan literasi serta Matematika dan numerasi. 

Salah satu langkah nan dilakukan adalah meningkatkan kompetensi pembimbing dan memperkuat faktor-faktor pendukung pembelajaran. Aries mengatakan, TKA merupakan instrumen untuk mengukur capaian kompetensi akademik siswa nan meliputi tiga parameter utama, ialah literasi, numerasi, dan penalaran.

“Hasilnya bakal menjadi dasar pengendalian sekaligus penjaminan mutu pendidikan di Jatim,” ucapnya.

Aries menyebut pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan capaian TKA, seperti melakukan kajian Higher Order Thinking Skills (HOTS), penguatan kompetensi pembimbing melalui training dan workshop, pemanfaatan teknologi digital, hingga program TKA Clinic bagi sekolah dengan capaian rendah.

Selain itu, Dinas Pendidikan Jatim juga mengembangkan Jatim Learning Digital Vault, platform pembelajaran digital nan menyediakan video pembelajaran, bank soal, dan modul interaktif nan dapat diakses seluruh pembimbing dan siswa di Jawa Timur.

“Kami juga mereplikasi praktik baik dari sekolah-sekolah unggulan ke sekolah nan hasil TKA-nya tetap memerlukan intervensi, serta memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui Learning Management System tingkat provinsi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembimbing juga punya peran krusial sebagai aktivator, pembangun budaya belajar, sekaligus kolaborator nan memberikan umpan kembali kepada siswa agar bisa mengembangkan keahlian berpikir kritis, mengevaluasi, dan memperbaiki proses belajarnya

Dinas Pendidikan bakal terus mengoptimalkan penggunaan teknologi pembelajaran, termasuk papan digital interaktif, dengan pendampingan melalui pengawas pembina di setiap satuan pendidikan.

“Agar kualitas proses belajar mengajar meningkat dan berakibat pada capaian TKA ke depan,” katanya.(FL/E-4)

Selengkapnya