ARTICLE AD BOX
Dodge Viper(Doc Medcom)
HARAPAN para fans mobil sport nan menantikan kembalinya Dodge Viper akhirnya pupus. CEO Dodge, Tim Kuniskis, menegaskan bahwa pabrikan asal Amerika Serikat tersebut tidak mempunyai rencana untuk menghidupkan kembali nama legendaris Viper, meskipun Stellantis sekarang beranjak konsentrasi dengan kembali menghadirkan kendaraan berperforma tinggi.
Setelah melakukan perubahan strategi besar dengan mengurangi konsentrasi pada kendaraan listrik, Stellantis mulai menghidupkan kembali sejumlah model bermesin besar. RAM telah menghadirkan kembali TRX serta memperluas jejeran RAM 1500 bermesin V8. Sementara itu, Dodge juga dikabarkan tengah menyiapkan mobil sport berperforma tinggi generasi baru.
Dalam wawancaranya dengan The Drive melalui program The Drivecast, Tim Kuniskis menegaskan bahwa Viper tidak bakal kembali diproduksi.
"Meski menyakitkan bagi saya untuk mengatakannya, Viper memang sudah mencapai akhir dari siklus hidupnya," ujar Kuniskis.
Alasan Sebenarnya Viper Dihentikan
Selama ini banyak nan mengira Dodge Viper dihentikan lantaran patokan emisi nan semakin ketat, standar efisiensi bahan bakar, alias penjualan nan kurang memuaskan. Namun, Kuniskis mengungkapkan bahwa penyebab utamanya justru berangkaian dengan izin keselamatan.
Menurutnya, pemerintah Amerika Serikat menerapkan patokan baru mengenai ejection mitigation, ialah sistem keselamatan nan dirancang untuk mengurangi akibat penumpang terlempar keluar saat terjadi kecelakaan.
Aturan tersebut mengharuskan pemasangan airbag tambahan di area tertentu. Namun, kreasi kabin Viper nan sangat rendah dan posisi duduk pengemudi membikin pemasangan airbag sesuai izin menjadi nyaris mustahil.
"Ketika patokan baru mengenai ejection mitigation diberlakukan, kami kudu menghentikan produksi mobil itu lantaran airbag kudu dipasang tepat di samping kepala pengemudi. Dengan posisi duduk di Viper, perihal itu tidak mungkin dilakukan," jelas Kuniskis.
Mobil Analog nan Sulit Bertahan di Era Modern
Kuniskis mengakui bahwa secara performa, Viper tidak mempunyai kekurangan. Mobil tersebut dikenal dengan mesin V10 berkekuatan besar, kreasi layaknya supercar, handling tajam, serta pengalaman berkendara nan tetap sangat mengandalkan keahlian pengemudi.
Namun, menurutnya karakter tersebut justru bakal menjadi tantangan di era otomotif modern nan semakin dipenuhi teknologi canggih.
"Viper adalah mobil analog dengan transmisi manual nan bisa bersaing dengan mobil mana pun di dunia. Namun, jika dibuat saat ini, kemungkinan besar mobil itu kudu menggunakan transmisi otomatis alias dual-clutch agar tetap kompetitif," katanya.
Dodge Siapkan Halo Car Baru
Meski Viper dipastikan tidak bakal kembali, Dodge telah menyiapkan mobil performa baru nan bakal menjadi jagoan merek tersebut. Mobil nan disebut Copperhead itu digambarkan sebagai sebuah hyper muscle car.
Copperhead dikabarkan bakal menggunakan platform nan sama dengan Dodge Charger terbaru, tetapi datang dengan kreasi nan jauh lebih agresif. Mobil ini juga diperkirakan bakal dibekali mesin V8 berperforma tinggi.
Apabila betul direalisasikan, Copperhead diproyeksikan menjadi halo car baru Dodge nan bakal mewakili era baru mobil performa tinggi sekaligus meneruskan tradisi kendaraan berkekuatan besar unik pabrikan asal Amerika tersebut. (Z-4)
Sumber: carsdirect








English (US) ·
Indonesian (ID) ·