Ilustrasi(Dok Istimewa)
KBRI Beijing didukung oleh Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, PT Danareksa, KADIN Indonesia dan KIKT menyelenggarakan “Indonesia-China Partnership Forum: Advancing Green Energy and Future Technology” di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski Jakarta tanggal 23 Juli.
Forum nan dihadiri sekitar 350 orang ini mempertemukan pemerintah, bumi usaha, BUMN, asosiasi bisnis, serta delegasi pengusaha dan sekitar 30 penanammodal potensial asal Tiongkok untuk mendorong kerja sama ekonomi nan konkret dan saling menguntungkan.
Dalam sambutannya, Dubes RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, menyampaikan pesan utama kepada pada delegasi upaya Tiongkok: “Welcome to Indonesia, the islands of huge opportunities.” Dubes Djauhari dalam keterangan resmi menegaskan bahwa Indonesia merupakan destinasi investasi strategis dengan pasar besar, bingkisan demografi, suasana investasi nan semakin baik, pemerintahan nan pro-investasi, serta posisi krusial sebagai pintu masuk menuju ASEAN.
Forum nan juga merupakan rangkaian dari aktivitas Kunjungan Delegasi Bisnis RRT ke Indonesia ini menghadirkan sejumlah pembicara utama, antara lain Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Andi Maulana; Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie; Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi, Zelda Wulan Kartika; Perwakilan Kedutaan Besar RRT di Jakarta, Li Hongwei; serta Wakil Ketua Komite Bilateral Tiongkok KADIN Indonesia, Dr. Jona Widhagdo Putri.
Pada sesi obrolan “Potential Economic and Business Cooperation between Indonesia and China” nan dimoderatori oleh Adhi Kawidastra dari Kementerian Luar Negeri, datang sebagai pembicara Direktur Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Tony Susandy; Chief Representative CCPIT di Indonesia, Niu Liang Liang; Direktur Utama PT Danareksa, A.A. Putu Ngurah Wirawan; serta Founder dan CEO Shenzhen Wook Extraordinary Technology Co., Ltd. Xu Longhua.
Beberapa poin krusial nan mengemuka dalam forum antara lain kuatnya esensial investasi di Indonesia, dengan realisasi investasi Januari-Juni 2026 mencapai sekitar Rp 1.010,6 triliun alias USD 61,2 miliar, serta investasi Tiongkok di Indonesia 2021-semester I 2026 mencapai USD 38,34 miliar dan menciptakan lebih dari 553.492 lapangan kerja lokal.
Forum juga menyoroti kesempatan besar kerja sama daya hijau, termasuk komitmen Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060 alias lebih sigap dan pengembangan daya terbarukan, elektrifikasi, CCS/CCUS, hidrogen, amonia, serta efisiensi energi.
Dari sisi bumi usaha, KADIN Indonesia menekankan pentingnya kemitraan nan setara melalui transfer teknologi, manufaktur lokal, pembuatan lapangan kerja, dan business matching nan berorientasi hasil.
Danareksa juga memaparkan kesiapan area industri Indonesia sebagai ekosistem investasi terintegrasi nan modern, hijau, berkelanjutan, dan mendukung hilirisasi industri.
Sebagai bagian dari forum, secara paralel turut diselenggarakan business matching / pertemuan one-on-one. Sesi ini dikuti oleh 29 peserta dan menghadirkan narasumber/desk konsultasi dari BKPM, PT Danareksa, PLN, OCBC, Fangda Partners, dan KIKT. Business matching tersebut difokuskan pada konsultasi investasi, kesempatan proyek, pencarian mitra lokal, serta support pembiayaan, legal, energi, dan area industri.
Forum turut ditandai dengan penandatanganan tiga Nota Kesepahaman/MoU dengan nilai lebih dari CNY 9,03 miliar alias setara dengan Rp 24 triliun yaitu:
- PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk dengan Guangxi G. Taste Food Co., Ltd
- PT Telkom Properti Indonesia dengan PT CNEC Engineering Indonesia/CNNC
- Pemprov Sumatera Utara, PT Kartika Amerisia Aquasys, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara dengan PT CNEC Engineering Indonesia/CNNC.
Penandatangan MoU tersebut menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan pelaku upaya Tiongkok terhadap kesempatan investasi di Indonesia.
Rangkaian Forum ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia-Tiongkok nan lebih hijau, inovatif, produktif, dan berkelanjutan. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·