ARTICLE AD BOX
Ilustrasi(Dok Istimewa)
DOSEN Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program EQUITY nan didukung pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyelenggarakan training menjahit dan pemasaran digital bagi penduduk Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kegiatan nan berjalan selama tiga hari pada 6, 7, dan 13 Juli 2026 ini ditujukan untuk memperkuat keahlian masyarakat dalam mengembangkan upaya jasa jahit berbasis rumah tangga (home industry).
Program berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kampung Melayu Melalui Pelatihan Menjahit dan Pemasaran Digital untuk Pengembangan Usaha Jasa Jahit Berbasis Home Industry” tersebut diikuti 20 peserta nan kebanyakan merupakan ibu rumah tangga. Selain mendapatkan pelatihan, peserta juga menerima support mesin jahit serta perlengkapan pendukung untuk menunjang aktivitas upaya nan dapat dijalankan dari rumah.
Dalam keterangannya hari ini,Ketua Tim pelaksana, Rahayu Purnama, mengutarakan aktivitas ini merupakan bagian dari penerapan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, nan berorientasi pada peningkatan keahlian dan kemandirian ekonomi warga.
Menurut dia, penguatan kapabilitas masyarakat tidak hanya dilakukan melalui training teknis, juga dengan memberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran nan relevan dengan perkembangan teknologi digital saat ini.
“Peserta tidak hanya belajar menjahit, juga dibekali keahlian untuk memasarkan produk secara lebih luas melalui platform digital. Harapannya, keahlian nan diperoleh dapat menjadi modal untuk mengembangkan upaya nan berkelanjutan,” ujar Rahayu.
Pelaksanaan program melibatkan pengajar Program Studi Pendidikan Tata Busana UNJ, ialah Melly Prabawati, dan Churnia Sari, serta delapan mahasiswa nan berkedudukan sebagai tutor dan pendamping lapangan. Kegiatan juga menggandeng Kelurahan Kampung Melayu sebagai mitra nasional.
Kolaborasi
Selain itu, program menghadirkan kerjasama internasional melalui keterlibatan Prof. Madya Ts. Rosita Mohd Tajuddin dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Kehadiran akademisi dari Malaysia tersebut memberikan wawasan mengenai pengembangan keahlian menjahit dan kewirausahaan berbasis teknologi nan berkembang di Indonesia maupun Malaysia.
Materi training disusun secara bertahap. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pengenalan mesin jahit, mulai dari kegunaan bagian-bagian mesin, teknik pengoperasian, hingga praktik dasar menjahit. Tahap ini dirancang untuk memastikan seluruh peserta mempunyai pemahaman nan sama mengenai penggunaan perangkat sebelum memasuki sesi produksi.
Pada hari kedua, peserta mengikuti praktik pembuatan lima produk fesyen, ialah mukena, daster, pouch make-up, rok mukena, dan vest. Selama proses tersebut, peserta didampingi langsung oleh pengajar dan mahasiswa untuk memastikan setiap tahapan pengerjaan dapat dilakukan dengan baik.
Sementara itu, hari ketiga difokuskan pada training branding dan pemasaran digital. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan sejumlah platform digital, seperti WA Business, Instagram, Shopee, dan TikTok, sebagai sarana promosi dan penjualan produk. Materi nan diberikan mencakup pembuatan identitas usaha, penyusunan konten promosi, hingga strategi menjangkau konsumen melalui media digital.
Lurah Kampung Melayu, Sekretaris Lurah, dan Ketua PKK Kelurahan Kampung Melayu turut datang dalam aktivitas tersebut. Mereka menyambut baik training nan dinilai dapat membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat, terutama wanita nan mau menjalankan upaya dari rumah.
Melalui program ini, UNJ berupaya mendorong penguatan upaya mikro berbasis family sekaligus meningkatkan keahlian masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk aktivitas ekonomi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen UNJ melalui Program EQUITY dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat nan berfokus pada peningkatan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, dan kerjasama lintas sektor untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·