Ilustrasi pemerkosaan di Sampang, Jawa Timur(Magnific)
ANGGOTA DPR RI Amelia Anggraini mendesak agar ada jaminan pemulihan bagi korban pemerkosaan di Sampang, Jawa Timur, nan melibatkan puluhan pelaku.
Amelia menegaskan bahwa konsentrasi negara tidak boleh hanya pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masa depan korban. Menurutnya, pemulihan nan komprehensif mencakup aspek psikologis, medis, hukum, sosial, hingga keberlanjutan pendidikan.
" Negara tidak boleh hanya datang ketika kasus telah viral. Negara kudu datang sejak pencegahan sampai korban betul-betul pulih," ujar Amelia di Jakarta, Sabtu (18/7).
Selain pemulihan, Amelia meminta pihak kepolisian profesional dalam menuntaskan perkara ini. Ia mendesak seluruh tersangka nan tetap buron segera ditangkap. Terkait pelaku nan tetap di bawah umur, dia menekankan agar proses norma tetap melangkah sesuai dengan sistem peradilan pidana anak.
Amelia juga memberikan catatan unik mengenai penanganan bukti digital dan perlindungan privasi korban:
- Keamanan Digital: Meminta interogator mengamankan dan memeriksa jejak komunikasi digital secara menyeluruh.
- Privasi Korban: Mengimbau publik dan media massa untuk tidak membuka identitas korban guna menghindari trauma tambahan.
- Praduga Tak Bersalah: Meminta semua pihak menghindari konklusi awal sebelum ada pembuktian resmi dari penyidik.
Berdasarkan keterangan Kapolres Sampang AKBP Hartono, upaya pemulihan trauma bagi korban pemerkosaan di Sampang, mulai dilakukan oleh Polda Jawa Timur berbareng Dinas Sosial Provinsi Jatim. Korban dilaporkan mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut.
"Tim dari kedua lembaga ini sudah mendatangi rumah korban, apalagi nan berkepentingan sudah dua kali menjalani pemeriksaan psikiater sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma," jelas AKBP Hartono pada Selasa (14/7). (Ant/H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·