Ilustrasi(Dok Istimewa)
DUNIA sepak bola Indonesia berduka. Muhammad Basri (M Basri), mantan pemain dan pembimbing sepak bola nasional, meninggal bumi pada Kamis (23/7) pukul 04.50 WIB di salah satu rumah sakit di Surabaya. Lahir di Makassar pada 5 Oktober 1942, dan telah mengabdikan selama puluhan tahun di lapangan hijau sebagai pemain maupun pembimbing sepak bola.
Namanya pun pernah berkibar dan menorehkan sejarah dalam sepak bola Indonesia.
Sejumlah mantan Persebaya mengakui sangat kehilangan sosok M Basri nan dikenal sangat dekat dengan pemain saat di lapangan. “Dia tegas dan sangat disiplin,” kata mantan pemain Persebaya Ibnu Graham.
Mengenang M Basri, kata Ibnu, saat di lapangan penuh wibawa, pemain sangat hormat sama almarhum. Memiliki pengalaman sepak bola luar biasa. “Kami hanya bisa mendoakan semoga Husnul khotimah,” katanya.
Melansir beragam sumber, M Basri berkarir di PSM Makassar dan dua kali mengantarkan Juku Eja juara Perserikatan 1964-1965 dan 1965-1966. Lalu M Basri pernah menjadi pilar Timnas Indonesia sepanjang 1962-1973.
Ia juga pernah membawa Persebaya Surabaya juara Piala Perserikatan 1977. Selanjutnya mengantar Niac Mitra sukses meraih tiga kali Juara Galatama 1981, 1982, dan 1986.
M. Basri juga menangani Timnas Indonesia senior pada 1983 dan 1989 dengan prestasi terbaik meraih lencana perunggu SEA Games 1989 di Kuala Lumpur. Selain itu, M. Basri juga pernah melatih Arema Malang, Mitra Surabaya, Persela Lamongan, PSS Sleman, hingga Persita Tangerang. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·