Edukasi HIV/AIDS dan Kesehatan Reproduksi Remaja: KPA Bali Siap Gelar MUSPA BALI II 2026

1 hari yang lalu 4
Edukasi HIV/AIDS dan Kesehatan Reproduksi Remaja: KPA Bali Siap Gelar MUSPA BALI II 2026 KPA Bali kembali menggelar MUSPA BALI II 2026 untuk memperkuat edukasi HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, dan cegah narkoba di kalangan generasi muda.(MI/Arnold)

KOMISI Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali siap kembali menggelar Temu Remaja Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) alias MUSPA BALI II Tahun 2026. Berfokus pada edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan HIV/AIDS, forum ini digelar untuk menyelaraskan aktivitas pencegahan di kalangan generasi muda.

Langkah persiapan diawali melalui rapat koordinasi nan dipimpin langsung oleh Kepala Sekretariat KPA Bali, Anak Agung Ngurah Patria Nugraha, di Kantor Sekretariat KPA Bali. Pertemuan ini melibatkan beragam pihak lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Rumah Sakit Bali Mandara, Kisara, Kelompok Jurnalis Peduli AIDS Bali, KPA Kabupaten/Kota, hingga Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS Universitas Udayana.

Kepala Sekretariat KPA Bali, Patria Nugraha, menyampaikan bahwa MUSPA BALI II rencananya dilaksanakan di Wisma Nangun Kerthi, Desa Pancasari, Buleleng, pada 29–30 September 2026.

"Dalam MUSPA BALI II ini kita bakal mengundang seluruh KSPAN dari 9 kabupaten dan kota di Bali, nan terdiri dari siswa/i tingkat SMP dan SMA/K. Per-kabupaten dan kota bakal mengutus 25 peserta sehingga total peserta bakal mencapai 225 siswa nan selama ini aktif dalam KSPAN dengan termasuk 5 pendamping dari Forum Guru dan KPA masing-masing kabupaten dan kota, panitia, juri lomba dan para pelaksana acara," ujar Patria Nugraha.

Dorong Pemahaman Kespro dan Target Getting Three Zeroes

Kegiatan ini mengusung empat tujuan utama. Pertama, meningkatkan pemahaman para siswa mengenai HIV/AIDS, kesehatan reproduksi remaja, jangkitan menular seksual (IMS), dan ancaman penyalahgunaan narkoba. Kedua, menjadi ruang jumpa dan berbagi pengalaman pencegahan HIV/AIDS berbasis sekolah.

Selain itu, arena ini ditujukan untuk mengasah produktivitas siswa sekaligus menyelaraskan aktivitas pencegahan demi mendukung pencapaian Getting Three Zeroes untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030.

Untuk mengikuti aktivitas ini, perwakilan tiap wilayah merupakan personil aktif KSPAN nan dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah, mengantongi surat tugas resmi, serta sehat jasmani dan rohani.

Rangkaian Kelas Edukasi dan Lomba Kreatif

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta bakal mengikuti beragam agenda pembekalan dan kompetisi. Rangkaian aktivitas terbagi menjadi:

Temu Kelas: Terdiri dari perbincangan antar-guru pembina KSPAN, forum antar-siswa untuk saling berbagi pengetahuan, serta sesi capacity building guna memperdalam pemahaman mengenai pencegahan HIV/AIDS dan narkoba.
Perlombaan: Meliputi lomba mading, tutor sebaya, video edukasi on the spot, serta jelajah Jejak KSPAN.

KPA Bali terbuka terhadap beragam masukan dari seluruh komponen demi mematangkan konsep acara.

"Ini baru pertemuan awal saja. Nanti kita bakal mengundang secara resmi semua unsur mengenai dan nan berilmu di bidangnya untuk menyukseskan aktivitas ini," pungkas Patria Nugraha. (Z-2)

Selengkapnya