Penyerang timnas Amerika Serikat Folarin Balogun(AFP)
FEDERASI Sepak Bola Norwegia (NFF) tengah mempertimbangkan untuk mengusulkan pengaduan resmi kepada komite etik FIFA mengenai keputusan kontroversial nan menangguhkan hukuman otomatis satu pertandingan bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, di arena Piala Dunia 2026.
Balogun sebelumnya dijadwalkan tidakhadir dalam laga babak 16 besar melawan Belgia setelah menerima kartu merah langsung saat AS menang 2-0 atas Bosnia-Herzegovina.
Namun, menyusul intervensi langsung dari Presiden AS Donald Trump, balasan tersebut ditangguhkan selama 12 bulan tanpa argumen mendetail, selain mengutip patokan nan memungkinkan penangguhan hukuman.
Reaksi Keras Norwegia dan NFF
Presiden NFF, Lise Klaveness, menyatakan bahwa pihaknya bereaksi dengan "keprihatinan mendalam". Keputusan mengenai pengaduan resmi bakal diambil pada rapat majelis federasi mendatang.
Langkah ini dipandang sebagai kelanjutan dari sikap kritis NFF terhadap FIFA, setelah sebelumnya mereka juga menggugat pemberian Penghargaan Perdamaian (Peace Prize) pertama FIFA kepada Presiden Trump.
"Sangat tepat untuk memasukkan kasus Balogun ke dalam penyelidikan komite etik FIFA nan kami ajukan sebelum Piala Dunia mengenai penghargaan nan disebut sebagai bingkisan perdamaian di Washington tahun lalu," ujar Klaveness dalam pernyataan nan dikutip dari BBC.
Intervensi Politik dan Independensi FIFA
Kasus ini memicu sorotan tajam lantaran melibatkan komunikasi langsung antara kepala negara dan ketua tertinggi sepak bola dunia. Presiden Trump mengakui telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan ulang atas kartu merah Balogun.
Dalam konvensi pers di Oval Office pada 6 Juli, Trump menyatakan: "Saya berbincang dengan Gianni. Saya memandang permainannya, saya mengerti olahraga dengan sangat baik, dan itu bukan pelanggaran. Saya meminta peninjauan lantaran menurut saya itu bukan pelanggaran. Saya tidak mendikte apa nan kudu dia lakukan."
Meskipun Infantino menegaskan bahwa badan yudisial FIFA beraksi secara independen, langkah ini memicu kekhawatiran bakal adanya intervensi politik dalam keputusan teknis di lapangan hijau.
Potensi Investigasi IOC
Situasi ini juga menyeret nama Infantino ke ranah Komite Olimpiade Internasional (IOC), dengan dia telah menjadi personil sejak 2020. Berdasarkan Piagam Olimpiade Bagian 2, personil IOC dilarang menerima petunjuk dari pemerintah alias pihak mana pun nan dapat mengganggu kebebasan bertindak dan memberikan bunyi mereka.
Pihak IOC menyatakan bahwa setiap pengaduan kepada komisi etik berkarakter rahasia dan mereka tidak bakal memberikan pengumuman publik selain jika hukuman telah diputuskan.
Kecaman dari UEFA dan Belgia
Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia menyatakan sangat prihatin dan berjanji bakal memperjuangkan prinsip-prinsip etika serta persaingan nan adil. Namun, FIFA telah menyatakan bahwa permintaan penjelasan dari Belgia "tidak dapat diterima" (inadmissible), sehingga menutup kesempatan banding.
Kecaman keras juga datang dari UEFA. Badan sepak bola Eropa tersebut menilai tindakan FIFA telah "melewati garis merah" dan menyebut keputusan penangguhan hukuman tersebut sebagai langkah nan "belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan."
Pada akhirnya, Balogun tetap bermain sebagai starter dalam laga melawan Belgia, meskipun Amerika Serikat akhirnya kudu mengakui kelebihan Belgia dengan skor telak 4-1.
| NFF (Norwegia) | Mempertimbangkan laporan ke Komite Etik FIFA. |
| UEFA | Menyebut keputusan FIFA "melewati garis merah". |
| Belgia | Mempertanyakan etika dan keadilan kompetisi. |
| FIFA | Menyatakan banding Belgia tidak dapat diterima. |
(bbc/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·