Fenomena Buck Moon Oranye, Sambut Musim Gerhana Agustus

50 menit yang lalu 2
Fenomena Buck Moon Oranye, Sambut Musim Gerhana Agustus ilustrasi(Magnific)

PENGAMAT langit di beragam bagian bumi disuguhkan kejadian astronomi memukau pada malam ini, Rabu (29/7). Bulan purnama bulan Juli, nan dikenal secara tradisional sebagai Buck Moon, bakal mencapai penampilan terbaiknya saat terbit di ufuk timur.

Kemunculan Buck Moon kali ini menjadi momen spesial lantaran menjadi bulan purnama reguler terakhir sebelum memasuki rangkaian kejadian eklips ganda, eklips mentari total dan eklips bulan sebagian, nan dijadwalkan terjadi pada Agustus mendatang.

Saat terbit di garis horison, bulan purnama kerap memperlihatkan rona warna oranye alias kemerahan nan hangat. Efek visual nan menakjubkan ini terjadi akibat kejadian pembiasan sinar di atmosfer Bumi, nan dikenal sebagai Rayleigh scattering. Ketika Bulan berada di posisi rendah dekat garis cakrawala, cahayanya kudu menembus lapisan atmosfer nan lebih tebal. Kondisi ini menyaring gelombang sinar biru nan lebih pendek dan meloloskan gelombang sinar merah serta oranye nan lebih panjang ke mata pengamat.

Sebutan Buck Moon sendiri berasal dari tradisi masyarakat original Amerika. Penamaan ini merujuk pada periode pertengahan hingga akhir musim panas, saat tanduk rusa jantan (buck) mulai tumbuh kembali setelah tanggal. Selain istilah Buck Moon, bulan purnama di bulan Juli ini juga sering disebut sebagai Thunder Moon lantaran sering bertepatan dengan tingginya gelombang angin besar petir di bagian bumi utara selama puncak musim panas.

Fenomena Buck Moon malam ini sekaligus menutup rangkaian bulan purnama biasa sebelum dimulainya "musim gerhana" pada bulan berikutnya. Pada bulan Agustus, para pencinta astronomi bakal disajikan dua peristiwa langit penting. Pertama, kejadian eklips mentari total nan diperkirakan melintasi sejumlah wilayah di dunia. Kedua, kejadian eklips bulan sebagian nan bakal menutup rangkaian peristiwa langit tersebut.

Bagi para fans astronomi dan masyarakat umum nan mau menyaksikan rona oranye Buck Moon, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah sesaat setelah Matahari terbenam, ketika Bulan baru saja merayap naik di ufuk timur. Pengamatan dapat dilakukan dengan mata bugil tanpa memerlukan perangkat bantu khusus, selama kondisi langit cerah dan bebas dari tutupan awan tebal. (Live Science/Z-2)

Selengkapnya