Fenomena Warga RI Mendadak Padati Mal-Sibuk Belanja, Ini Penyebabnya

2 jam yang lalu 5
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Periode libur sekolah nan berjalan dari akhir Juni hingga pertengahan Juli 2026 menjadi berkah bagi para pengusaha pengelola pusat perbelanjaan seperti mal. Hal ini terbukti dari peningkatan jumlah visitor maupun aktivitas shopping alias rekreasi masyarakat di mal selama periode tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, jumlah rata-rata visitor mal selama masa libur sekolah meningkat sekitar 8-12% dibandingkan dengan periode normal. Peningkatan ini terjadi sejalan dengan kegunaan pusat perbelanjaan nan menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk mengisi aktivitas selama libur sekolah.

"Sepanjang periode libur sekolah, kebanyakan pusat perbelanjaan telah banyak menyelenggarakan beragam aktivitas dan aktivitas terutama nan mengenai dengan aktivitas anak-anak," ujar dia kepada CNBC Indonesia, ditulis Selasa (14/7/2026).

Alphonzus melanjutkan, tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan bakal kembali normal ketika masa liburan sekolah berakhir. Kendati begitu, pengelola pusat perbelanjaan sudah mulai mempersiapkan diri untuk menyambut seremoni HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 nan bakal dimulai pada awal Agustus nanti. Dalam perihal ini, pusat perbelanjaan bakal menyediakan beragam program untuk menarik minat masyarakat untuk berjamu ke mal saat periode HUT Kemerdekaan RI tiba.

Setelah program seremoni HUT Kemerdekaan RI, maka para pelaku upaya pusat perbelanjaan bakal mempersiapkan diri untuk menyusun program Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 nan berjalan pada Oktober 2026. Selain itu, ada beberapa program shopping lainnya baik nan berskala lokal, kewilayahan, maupun skala nasional nan bakal dihadirkan oleh pusat perbelanjaan.

APPBI menegaskan, banyaknya program promosi shopping tadi menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya tarik pusat perbelanjaan. Mengingat, periode kuartal III-2026 merupakan periode low season bagi industri ritel nasional. Alhasil, rangkaian program promo shopping bakal terus dihadirkan sampai menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Ngebut Setelah Sempat Melambat

Terpisah, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansyah menuturkan, tren penjualan ritel di pusat perbelanjaan sempat melambat pada Juni 2026, meski bertepatan dengan awal masa libur sekolah. Dia menilai, kondisi tersebut dipengaruhi oleh ketidakpastian global, termasuk akibat bentrok geopolitik dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Jadi bulan Mei tetap lumayan penjualan, Juni itu agak turun. Padahal, itu lagi liburan sekolah mungkin lantaran masalah perang dan juga dolar. Di Juli ini mulai menunjukkan peningkatan lantaran libur sekolah makin banyak anak-anak berliburan dan rame semua lokasi wisata di dalam negeri," ungkap Budihardjo.

Dia bilang, tren perbaikan nan terjadi pada bulan Juli 2026 didorong oleh meningkatnya minat masyarakat untuk berpiknik di dalam negeri. Selain aspek biaya nan dinilai lebih terjangkau, penguatan kampanye promosi dari pelaku upaya pusat perbelanjaan juga mendorong masyarakat untuk memilih berekreasi sekaligus berbelanja di Indonesia. Kendati begitu, dia mengaku tetap mewaspadai potensi perlambatan penjualan pada Agustus hingga September 2026 alias setelah momentum liburan sekolah berakhir.

Lebih lanjut, Hippindo menganggap momentum libur sekolah selalu dimanfaatkan pusat perbelanjaan dan peritel untuk menghadirkan program potongan nilai besar, bazar, hingga beragam aktivitas intermezo nan melibatkan bintang tamu. Kolaborasi tersebut, turut mendorong tingginya tingkat kunjungan masyarakat tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan, melainkan juga lokasi wisata dan hotel di sejumlah wilayah seperti Bandung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Pada akhirnya, peningkatan mobilitas visitor domestik menjadi bukti bahwa masyarakat sekarang semakin memilih berpiknik di dalam negeri lantaran dinilai lebih ekonomis.

"Semua lokasi wisata penuh. Dari Jakarta banyak naik mobil, naik bus, Bandung, Lembang, penuh. Meningkat lantaran liburan sekolah ini mereka berpiknik di Indonesia," pungkas dia.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya