Festival Yacht di Bali Dikunjungi 5.000 Orang

1 jam yang lalu 4
Festival Yacht di Bali Dikunjungi 5.000 Orang  Ribuan visitor menghadiri Indonesia Yacht Festival 2026.(MI/Arnoldus Dhae)

INDONESIA Yacht Festival 2026 nan digelar di Pelabuhan Marina Benoa, Bali, menarik sekitar 5.000 visitor selama penyelenggaraan. Festival nan berjalan pada 7–9 Agustus 2026 itu menjadi arena promosi dan pengembangan industri pariwisata bahari Indonesia.

Ketua Panitia Indonesia Yacht Festival 2026, Nova Yudhanto Mugijanto dari PT PAN Maritime Wira Pawitra, mengatakan jumlah visitor terus bertambah sejak pagelaran dibuka.

“Festival digelar selama tiga hari mulai tanggal 7–9 Agustus 2026. Saat pembukaan kemarin dihadiri lebih dari 1.000 orang. Dari tiket nan dijual hingga saat ini sudah mencapai 5.000 orang,” ujar Nova di Benoa, Sabtu (8/8).

Festival tersebut merupakan penyelenggaraan ketiga nan digelar sejak 2022. Kegiatan ini diikuti lebih dari 800 personil Indonesian National Shipowners’ Association (INSA).

Menurut Nova, pagelaran tahun ini mengangkat sejumlah isu, antara lain wellness marine tourism dan gastronomi nan sejalan dengan program Kementerian Pariwisata. Kegiatan juga diarahkan untuk memperkenalkan potensi wisata bahari kepada masyarakat.

Selain pameran, panitia memberikan edukasi kepada lebih dari 400 siswa SD dan SMP mengenai potensi bahari Indonesia, hospitality, serta kesempatan industri pariwisata di kapal pesiar dan wisata bahari.

“Kita memberikan info hospitality, bahwa hospitality itu tidak hanya di hotel, tapi juga ada di kapal pesiar dan wisata bahari. Edukasi kapal juga diberikan kepada anak-anak. Respons cukup positif dan peserta sangat senang,” kata Nova.

Festival juga mempertemukan pemilik kapal, desainer, pelaku pasar kapal, komunitas, dan pelaku upaya pariwisata. Sejumlah talk show digelar di atas kapal dengan pembahasan antara lain persoalan sampah di Bali serta kesempatan upaya kapal dan pariwisata bahari.

DUKUNG PARIWISATA BAHARI
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menilai Indonesia Yacht Festival mempunyai peran krusial dalam pengembangan pariwisata bahari nasional. Menurut dia, pagelaran tersebut menunjukkan semakin berkembangnya ekosistem yacht tourism di Indonesia.

“Saya datang di aktivitas Indonesia Yacht Festival 2026. Acara ini merupakan etalase krusial nan menunjukkan berkembangnya ekosistem yacht tourism nan mendorong tumbuhnya pasar marine tourism berbobot berbareng dengan cruise tourism dan diving tourism,” ujar Widiyanti.

Dia mengatakan Indonesia mempunyai modal besar untuk mengembangkan wisata bahari lantaran merupakan negara kepulauan dengan kekayaan biodiversitas laut nan tinggi.

“Kita adalah negara kepulauan terbesar di bumi dengan kekayaan biodiversitas laut terbesar kedua di bumi sebagai bagian dari Coral Triangle. Potensi ini juga tersebar di beragam daerah,” katanya.

Widiyanti membandingkan potensi garis pantai Indonesia dengan area Mediterania. Indonesia mempunyai panjang wilayah dari barat ke timur sekitar 5.150 kilometer dan garis pantai sekitar 99.000 kilometer. Sementara area Mediterania mempunyai garis pantai sekitar 46.000 kilometer nan mencakup 22 negara.

PERKEMBANGAN INDUSTRI YACHT
Menurut dia, industri yacht tourism di area Mediterania telah berkembang dengan support lebih dari 1.000 marina, termasuk lebih dari 50 marina internasional. Indonesia saat ini baru mempunyai sekitar 30 marina tingkat nasional.

“Kalau kita lihat di Indonesia saat ini baru mempunyai 30 marina tingkat nasional dan saya memandang ini menjadi sebuah potensi nan bisa dikembangkan lebih jauh,” ujarnya.

Widiyanti juga menyebut industri yacht di Australia bisa menghasilkan omzet sekitar US$8,84 miliar per tahun dan didukung lebih dari 2.000 bisnis. Kondisi itu menunjukkan besarnya potensi ekonomi dari pengembangan industri wisata bahari.

“Dengan komparasi ini, sudah semestinya kita optimistis bisa membangun marine tourism nan bisa menarik banyak visitor mancanegara. Oleh lantaran itu, penyelenggaraan Indonesia Yacht Festival 2026 menjadi sangat relevan,” katanya.

Dia menegaskan pengembangan wisata bahari kudu dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Marine tourism masa depan adalah pariwisata nan berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan menghadirkan pengalaman berbobot terbaik bagi visitor dalam wisata bahari, kita kudu memastikan pertumbuhan ekonomi melangkah seiring dengan pelestarian lingkungan pantai dan laut serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di pesisir,” ujar Widiyanti.

Menurut dia, Indonesia Yacht Festival diharapkan tidak hanya menjadi agenda dua tahunan, tetapi juga platform kerjasama bagi industri, investor, pemerintah, komunitas, dan pelaku pariwisata.

“Menjadikan Indonesia Yacht Festival bukan sekadar agenda dua tahunan, melainkan platform kerjasama nan menghasilkan inovasi, investasi, promosi, dan kerja sama internasional bagi kemajuan pariwisata bahari Indonesia,” pungkasnya. (E-2)

Selengkapnya