Presiden FIFA Gianni Infantino menghadiri upacara pemberian tanda Bintang Jasa Pratama di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/11/2023).(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
FIFA secara terbuka menyebut ada "gerakan terencana" dari pihak-pihak tertentu nan sengaja mau menggoyang posisi Gianni Infantino, dan merusak gambaran FIFA.
Serangan terhadap Infantino memang datang bertubi-tubi. Setelah didesak mundur akibat polemik rencana investasi swasta di Piala Dunia, Infantino mendadak diterpa skandal personal. Laporan The Telegraph menudingnya pernah memanjakan mantan kekasihnya saat tetap menjabat di UEFA dengan promosi kedudukan dan pesangon mewah senilai ratusan ribu poundsterling.
Merasa bosnya 'dikerjai', FIFA langsung pasang badan. Mereka menegaskan jika berita burung nan beredar belakangan ini murni info sesat dan tidak berdasar.
"Kami menyambut baik pengawasan publik. Tapi ingat, pengawasan bukan berfaedah bebas memutarbalikkan kebenaran alias bikin narasi tiruan buat merusak konsentrasi kemajuan sepak bola," tegas pernyataan resmi FIFA.
Isu penyudutan ini dinilai erat kaitannya dengan politik sepak bola. Pasalnya, Infantino dijadwalkan bakal maju lagi dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027 mendatang. FIFA secara menohok juga menyindir pihak-pihak nan dinilai frustrasi lantaran tak punya cukup support dari asosiasi anggota.
"Buat pihak nan tidak punya support dari Asosiasi Anggota, jangan coba-coba mencapai ambisi lewat tuduhan tiruan dan disinformasi jika tidak bisa menang lewat jalur kerakyatan resmi FIFA," tutup pernyataan tersebut.
(AFP/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·