ilustrasi(Antara)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengoptimalkan pemanfaatan jenis pangan lokal sebagai menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai strategi percepatan penurunan nomor stunting dan penanganan awal gizi jelek di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dan mengusulkan agar BGN serta SPPG mengutamakan keragaman pangan lokal unik Kalsel. Menurutnya, penggunaan bahan lokal bakal membikin menu lebih familiar bagi siswa.
"Penggunaan panganan lokal sebagai menu MBG lebih disukai siswa, sehingga dapat mengurangi banyaknya makanan sisa maupun penolakan menu di lapangan," ujar Rusdi pada Sabtu (8/8).
Keunggulan Gizi Ikan Lokal
Rusdi meyakinkan bahwa jenis pangan lokal, terutama nan berbasis ikan, mempunyai nilai gizi nan sangat tinggi. Kualitas ini terbukti dari seringnya masakan unik Kalsel memenangkan lomba di tingkat wilayah maupun nasional dengan kriteria penilaian utama pada aspek nutrisi.
Selain aspek gizi, penggunaan bahan lokal dinilai memberikan untung ekonomis bagi SPPG lantaran ketersediaannya nan melimpah dan nilai nan lebih terjangkau. Beberapa jenis ikan lokal nan diusulkan menjadi menu utama antara lain:
- Ikan Patin
- Ikan Haruan (Gabus)
- Ikan Papuyu
Inovasi Pengolahan untuk Anak
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, menambahkan bahwa penemuan dalam pengolahan dan penyajian menjadi kunci agar makanan berbahan baku ikan disukai oleh anak-anak dan balita. Hal ini disampaikannya di sela aktivitas lomba masak serba ikan se-Kalsel.
"Dengan pengolahan nan baik, makanan lokal termasuk berbahan baku ikan bakal sangat disukai anak. Menu ini sangat cocok diterapkan sebagai menu MBG untuk menekan nomor stunting," kata Fathul Jannah.
Dalam arena lomba tersebut, terdapat tiga kategori makanan nan difokuskan, ialah menu keluarga, menu balita, dan kudapan anak. Fathul menegaskan bahwa kampanye konsumsi makanan bergizi berbasis bahan lokal bakal terus digencarkan hingga ke pelosok daerah.
Data Stunting Kalsel: Berdasarkan info terbaru, nomor stunting di Kalimantan Selatan tercatat tetap cukup tinggi, ialah berada pada level 22,9 persen. Pemanfaatan protein ikan lokal diharapkan menjadi solusi efektif dalam menurunkan prevalensi tersebut secara signifikan.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·