Final Piala Dunia Terancam Kabut Asap, Donald Trump Semprot Kanada

4 hari yang lalu 13
Final Piala Dunia Terancam Kabut Asap, Donald Trump Semprot Kanada Kabut asap kebakaran rimba Kanada memicu peringatan kualitas udara di AS dan membayangi laga final Piala Dunia di New York. Donald Trump sebut polusi ini tak bisa diterima.(AFP)

KABUT asap pekat nan bertiup dari Kanada dan bagian utara Minnesota memicu peringatan kualitas udara rawan di wilayah Amerika Serikat. Situasi ini memicu kekhawatiran mengenai jalannya laga final Piala Dunia nan bakal digelar di luar kota New York pada akhir pekan.

Presiden AS Donald Trump mengecam keras Kanada, tempat otoritas setempat melaporkan lebih dari 200 titik api nan terbakar di luar kendali. Trump menyebut polusi lintas pemisah tersebut sama sekali tidak bisa diterima.

Menurut lembaga pencari kualitas udara IQAir, Kota Detroit di Midwest AS menjadi kota paling tercemar di dunia, disusul ketat oleh Washington dan Chicago. Pemerintah setempat pun telah memperingatkan penduduk untuk tidak menghabiskan waktu di luar rumah jika tidak mendesak.

Kondisi udara di area metropolitan New York dan New Jersey, letak stadion terbuka nan bakal menggelar final Piala Dunia pada hari Minggu, berada pada tingkat nan tidak sehat bagi golongan sensitif. Meski sempat membaik dari kondisi hari Kamis nan membikin alam Manhattan nyaris tidak terlihat, National Weather Service (NWS) memperingatkan bahwa asap bisa kembali menebal.

Penyelenggara turnamen saat ini terus memantau situasi dengan ketat. Pakar meteorologi NWS, Peter Mullinax, menjelaskan pergerakan angin di atas Great Lakes berpotensi mendorong lebih banyak asap ke wilayah Timur Laut. Namun, dia memperkirakan dampaknya pada hari Minggu tidak bakal seburuk hari-hari sebelumnya.

"Saya tidak percaya ini bakal berakibat besar seperti jika Anda memainkan pertandingan hari ini," ujar Mullinax.

Di sisi lain, peramal kualitas udara dari negara bagian Maryland, Joel Dreessen, menyebut tantangan untuk laga hari Minggu adalah apakah sistem angin besar akhir pekan bakal menarik lebih banyak asap ke arah selatan.

Menanggapi krisis lingkungan ini, Trump menyatakan bakal segera menghubungi Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.

"Amerika Serikat tanpa argumen telah diinvasi oleh udara kotor, tercemar, dan tidak sehat, nan kualitasnya rawan dan sama sekali tidak dapat diterima!" tulis Trump di media sosial Truth Social.

Di beragam kota besar, penduduk mulai kembali mengenakan masker di luar ruangan. Para intelektual memperingatkan bahwa partikel lembut dari asap kebakaran rimba ini sangat rawan bagi paru-paru lantaran membawa material vegetasi nan terbakar, serta unsur kimia berbisa nan mengalami reaksi di atmosfer selama bergerak.

Sejauh ini, kebakaran rimba di Ontario, Kanada, belum menimbulkan korban jiwa, meski beberapa organisasi terpencil telah dievakuasi. Sementara itu, 16 titik api aktif juga dilaporkan tetap membakar area Superior National Forest di perbatasan Minnesota dan Kanada, nan kian mempersulit upaya pemadaman akibat cuaca dan arah angin nan tidak menentu. (AFP/Z-2)

Selengkapnya