Fokus Tekan Angka Karhutla Melalui Pencegahan dan Perbaikan Tata Kelola

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX
Fokus Tekan Angka Karhutla Melalui Pencegahan dan Perbaikan Tata Kelola Rapat berbareng jejeran Ditjen Gakkum Kemenhut di Kantor Kemenhut, Jakarta, Selasa (14/7).((dok.istimewa))

MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menargetkan penurunan nomor kebakaran rimba dan lahan (karhutla) melalui penguatan pencegahan dan pembenahan tata kelola penanganan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan seiring proyeksi musim tandus nan datang lebih sigap dan berjalan lebih lama dibandingkan biasanya.

Menhut Raja Antoni mengatakan beragam upaya konkret perlu dipersiapkan sejak awal agar karhutla dapat dikendalikan dengan lebih baik. Menurutnya, sasaran utama bukan hanya merespons kebakaran, tetapi menekan jumlah kejadian semaksimal mungkin melalui langkah-langkah pencegahan.

“Hal-hal apa nan kita lakukan secara konkret agar kebakaran rimba dan lahan pada tahun ini dan tahun depan bisa kita kendalikan dengan lebih baik, angkanya lebih turun. Idealnya jika bisa zero karhutla mungkin itu sangat ideal, tapi paling tidak angkanya bisa kita tekan semaksimum mungkin,” kata Menhut Raja Antoni dalam rapat berbareng jejeran Ditjen Gakkum Kemenhut di Kantor Kemenhut, Selasa (14/7).

Selain memperkuat pencegahan, Kementerian Kehutanan bakal mengevaluasi beragam instrumen pengendalian, mulai dari kebutuhan operasi modifikasi cuaca (OMC), pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di wilayah rawan, hingga kesiapan personel dan peralatan di lapangan. Seluruh langkah tersebut bakal dihitung berasas kebutuhan riil agar penanganan karhutla melangkah lebih efektif.

Lebih lanjut, Menhut Raja Antoni menekankan pembenahan tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga mencakup penyempurnaan izin dan tata kelola agar pengendalian karhutla dapat melangkah lebih efektif dalam jangka panjang.

“Yang saya inginkan adalah perbaikan struktural, jadi bukan hanya kasus. Ada izin apa nan perlu diperbaiki, kudu apa nan kita lakukan sehingga sifatnya berubah struktural dan long term, sehingga ada sesuatu nan lebih ajeg untuk teman-teman bergerak memperbaiki,” ujarnya. (Ant/P-3)

Selengkapnya