Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pemasok Secret Service (Paspampres) nan bekerja dalam tim pengamanan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance resmi dibebastugaskan dan menjalani pemeriksaan internal. Tindakan tegas ini diambil setelah pemasok tersebut dicurigai membocorkan info rahasia kepada media mengenai perincian perjalanan pribadi sang wakil presiden.
Mengutip laporan CNN International, Kamis (23/07/2026), proses pemeriksaan internal tersebut dipimpin langsung oleh bagian urusan internal (internal affairs) lembaga Secret Service. Walau begitu, belum dipastikan apakah kasus ini bakal bersambung ke hukuman administratif alias dakwaan pidana.
"Sejauh ini otoritas mengenai telah mengidentifikasi sosok nan diyakini menjadi dalang di kembali kebocoran info pengamanan Vance tersebut," ujar salah satu sumber.
Agen Secret Service tersebut diduga kuat menjadi sumber bagi buletin terbaru di media MS NOW, nan melaporkan keluhan para pemasok pengawal atas beban kerja berat akibat agenda perjalanan pribadi Vance. Dalam pemberitahuannya, MS NOW turut membeberkan rencana perjalanan Vance nan spesifik-termasuk rencana penerbangan berbareng putranya menggunakan helikopter korps marinir (Marine Corps) untuk menghadiri latihan golf-rencana nan pada akhirnya dibatalkan.
Laporan MS NOW nan memuat perincian operasional pengamanan tersebut langsung memicu kemarahan besar di kalangan pejabat tinggi Secret Service, Biro Investigasi Federal (FBI), hingga Gedung Putih.
Kendati demikian, pihak Secret Service dan ahli bicara MS NOW belum memberikan tanggapan resmi saat dimintai konfirmasi.
Eskalasi pengusutan kebocoran info ini bergulir seiring dengan komitmen ketat pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menindak tegas segala corak pembocoran info tanpa izin (unauthorized disclosures) ke media massa.
Awal bulan ini, empat wartawan dari The New York Times apalagi telah menerima surat panggilan (subpoena) untuk bersaksi di hadapan majelis juri federal mengenai investigasi atas pemberitaan fitur keamanan pesawat kepresidenan baru nan dihadiahkan oleh Qatar kepada Donald Trump.
(tps/sef)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·