ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang laki-laki tewas setelah mengalami luka bakar parah akibat membakar dirinya di dekat markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS).
Polisi New York tetap menyelidiki kejadian tersebut, sementara golongan aktivis dan media organisasi Tibet di pengasingan mengidentifikasi korban sebagai seorang aktivis Tibet nan melakukan tindakan tersebut untuk menyerukan kemerdekaan Tibet.
Departemen Kepolisian New York (NYPD) menyatakan petugas menerima panggilan darurat sekitar pukul 18.30 waktu setempat pada Kamis dan menemukan seorang laki-laki dalam kondisi mengalami luka bakar berat. Korban kemudian dilarikan ke Bellevue Hospital. Namun, pihak rumah sakit menyatakan laki-laki tersebut meninggal bumi akibat luka-lukanya.
"Kami tetap melakukan penyelidikan," kata ahli bicara NYPD, dilansir Reuters, Jumat (3/7/2026).
Polisi tidak mengungkap identitas korban maupun kemungkinan motif di kembali tindakannya. Namun, media organisasi Tibet di pengasingan, Voice of Tibet, menyebut korban adalah aktivis Tibet berjulukan Lobga Rangzen.
Dalam laporannya, Voice of Tibet menyatakan Rangzen "membakar dirinya di luar markas besar PBB di New York setelah menyampaikan seruan langsung mengenai kemerdekaan dan persatuan Tibet."
Situs buletin lokal amNewYork melaporkan Rangzen bekerja sebagai pengemudi Uber dan datang ke letak sembari membawa bendera Tibet. Media tersebut mengutip sesama pengemudi Uber sekaligus personil organisasi Tibet, Lobsang Paljor, nan mengatakan dirinya mengenal Rangzen melalui beragam aktivitas komunitas.
Menurut Paljor, Rangzen "marah atas pembatasan nan diberlakukan pemerintah China terhadap rakyatnya".
Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah China mulai memberlakukan Undang-Undang Persatuan Etnis nan baru, nan mulai bertindak pekan ini dan menjadi sorotan internasional.
AS dan Uni Eropa telah menyampaikan kekhawatiran terhadap undang-undang tersebut lantaran dinilai memberikan dasar norma bagi Beijing untuk mengambil tindakan terhadap perseorangan nan berada di luar wilayah China.
Undang-undang itu bermaksud membentuk identitas nasional nan "bersama" bagi 55 golongan etnis minoritas di China, termasuk etnis Tibet dan Uyghur. Sebagian personil golongan tersebut selama ini menyatakan keberatan terhadap pemerintahan Beijing, sementara organisasi Tibet di beragam negara secara terbuka menolak penerapan patokan tersebut.
Aksi bakar diri juga bukan pertama kalinya dilakukan sebagai corak protes terhadap kebijakan China di Tibet. Selama bertahun-tahun, penduduk Tibet telah melakukan tindakan serupa untuk memprotes kebijakan Beijing di Tibet maupun wilayah lain nan mempunyai populasi etnis Tibet dalam jumlah besar.
China mengambil alih kendali atas Tibet pada 1950 dalam operasi nan oleh pemerintah China disebut sebagai "pembebasan damai" dari sistem feodal.
Namun, kelompok-kelompok kewenangan asasi manusia internasional serta organisasi Tibet di pengasingan secara konsisten mengecam apa nan mereka sebut sebagai pemerintahan represif China di wilayah Tibet. Beijing menolak penilaian tersebut.
Isu etnis merupakan salah satu persoalan nan sangat sensitif di China. Pemerintah menerapkan pengawasan ketat terhadap penduduk Tibet maupun golongan etnis minoritas lainnya untuk mendeteksi dugaan aktivitas separatisme.
Sejak Xi Jinping menjabat sebagai presiden pada 2012, Beijing juga memperluas kontrol kelembagaan di Tibet. Presiden International Campaign for Tibet, Tencho Gyatso, mengenang Rangzen sebagai sosok nan selama ini aktif memperjuangkan rumor Tibet.
Ia menggambarkan Rangzen sebagai "pejuang gigih bagi Tibet" dan mengaku "sangat sedih" atas kematian aktivis tersebut.
Berdasarkan info International Campaign for Tibet, lebih dari 150 penduduk Tibet melakukan tindakan bakar diri sepanjang periode 2009 hingga 2022 sebagai corak protes terhadap kebijakan Beijing. Organisasi tersebut juga mencatat sedikitnya 10 tindakan bakar diri dilakukan oleh penduduk Tibet nan hidup dalam pengasingan di luar wilayah China.
(luc/luc)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·