Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang.(Dok. BBC)
Puluhan orang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan pusat perbelanjaan Mall Aeon di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, setelah gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (28/7).
Dinas pemadam kebakaran setempat menerima laporan adanya ledakan di Mall Aeon sekitar pukul 18.00 waktu setempat (16.00 WIB). Rekaman udara dari stasiun televisi NHK menunjukkan kerusakan parah pada struktur bangunan, dengan tembok luar nan runtuh hingga menyisakan kerangka besi serta lubang menganga di bagian genting gedung.
Laporan media menyebut bahwa lantai dua pusat perbelanjaan tersebut ambruk sepenuhnya. Sementara puluhan orang tetap terjebak, sekitar 200 visitor lainnya dilaporkan sukses menyelamatkan diri ke area parkir terbuka saat getaran dahsyat terjadi.
Ketua Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihaka, menyatakan bahwa pemerintah tetap terus melakukan pendataan mengenai skala kerusakan. "Saat ini kami tengah mengonfirmasi situasi nan terjadi dan tingkat kerusakan nan ada," ujarnya sebagaimana dikutip dari NHK.
Gempa utama bermagnitudo 7,1 ini diikuti oleh gempa susulan bermagnitudo 6,1 kurang dari satu jam kemudian. Berdasarkan laporan awal, lebih dari 50 orang mengalami luka-luka akibat guncangan besar nan melanda wilayah Jepang barat daya tersebut.
Pemerintah Jepang telah bergerak sigap dengan mendirikan satuan tugas darurat di bawah pusat penanganan krisis Perdana Menteri. Meski terdapat laporan kebakaran serta kerusakan prasarana jalan dan pemukiman, otoritas memastikan tidak ada masalah nan terdeteksi pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di letak terdampak.
Hingga buletin ini diturunkan, tim penyelamat tetap berupaya melakukan pemindahan terhadap korban nan terjebak di dalam reruntuhan gedung mall tersebut. (Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·