Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan muda dan pekerja swasta menjadi golongan nan paling banyak memanfaatkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). BP Tapera mencatat kebanyakan penerima rumah subsidi saat ini berasal dari Generasi Z, disusul pekerja swasta dan buruh.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan hingga 23 Juli 2026 realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 111.537 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 71.250 penerima alias sekitar 74% merupakan pekerja swasta dan buruh. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan kebutuhan rumah pertama tetap didominasi golongan masyarakat produktif.
"Yang paling dominan itu dari realisasi kita per hari ini sudah 111.537 unit. Itu 71.250 alias kurang lebih 73 sampai 74 persennya adalah pekerja swasta dan buruh," kata Heru dalam konvensi pers BP Tapera, Jumat (24/7/2026).
Selain berasas profesi, BP Tapera juga memetakan profil usia penerima FLPP. Hasilnya menunjukkan golongan usia muda justru menjadi penyerap terbesar rumah subsidi. Temuan ini dinilai menggambarkan meningkatnya kesadaran generasi muda untuk mempunyai rumah sejak awal sebagai aset jangka panjang.
"Kelompok usianya, rupanya kesadaran untuk mempunyai rumah sebagai bagian dari investasi masa depan itu justru lebih tinggi teman-teman Gen Z. Rentang usia 19 sampai 25 tahun itu sebanyak 40.263 orang. Kemudian milenial juga cukup besar, disusul golongan usia di atasnya," ujar Heru.
Pemerintah terus memperluas cakupan penerima faedah FLPP agar dapat menjangkau lebih banyak golongan masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga tahun ini, jumlah pekerjaan nan dapat mengakses pembiayaan rumah subsidi terus bertambah dibanding tahun sebelumnya.
"Kita mau menunjukkan bahwa program pembiayaan KPR Sejahtera FLPP ini semakin inklusif. Jangan sampai ada masyarakat berpenghasilan rendah nan tidak tahu alias tidak bisa difasilitasi. Tahun 2025 ada 27 segmen profesi, sekarang sudah menjadi 34 segmen pekerjaan nan bisa mengakses FLPP dan jumlahnya tetap terus bergerak," ujarnya.
Selain memperluas sasaran penerima, pemerintah juga sedang menyiapkan sejumlah penyempurnaan skema pembiayaan agar angsuran rumah subsidi semakin terjangkau. Salah satu nan tengah dibahas adalah penerapan tenor KPR hingga 40 tahun sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita sekarang sedang mengupayakan penerapan tenor 40 tahun sesuai pengarahan Bapak Presiden pada peringatan May Day 2026. Skema ini sedang kami diskusikan berbareng kementerian mengenai agar semakin banyak masyarakat nan bisa membeli rumah melalui FLPP," kata Heru.
(fsd/fsd)
Addsource on Google

3 jam yang lalu
7







English (US) ·
Indonesian (ID) ·