Ilustrasi(Dok Istimewa)
KETUA Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI), Wayan Ardi Adnyana, menegaskan bahwa Indonesia memerlukan generasi muda nan bisa menjadi perekat persatuan di tengah beragam tantangan bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV KMHDI di BBPMKP Ciawi, Kabupaten Bogor.
Mengusung tema "Persatuan Indonesia", Rakernas XIV KMHDI menjadi momentum konsolidasi nasional organisasi dalam menyusun arah kebijakan dan program kerja kepengurusan periode 2026–2028. Menurut Ardi, Rakernas bukan sekadar agenda tahunan organisasi, melainkan forum strategis untuk menyatukan pendapat dan merumuskan langkah nyata dalam menjawab beragam persoalan kebangsaan.
"Di tengah beragam dinamika ekonomi, sosial, dan kebangsaan, Indonesia memerlukan generasi muda nan bisa menjadi perekat, bukan pemecah, menjadi solusi, bukan sekadar pengamat," kata Ardi dalam sambutannya.
Ia menegaskan, mahasiswa Hindu kudu tampil sebagai kekuatan intelektual nan kritis, berintegritas, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Ardi juga memperkenalkan semangat kepengurusan PP KMHDI periode 2026–2028 nan mengusung visi "Transformasi KMHDI untuk Indonesia". Menurutnya, transformasi nan dimaksud tidak berakhir pada perubahan struktur organisasi, tetapi mencakup perubahan pola pikir, budaya kerja, serta peningkatan kontribusi nyata organisasi kepada masyarakat.
"Kami mau menghadirkan KMHDI nan lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, lebih kuat dalam kaderisasi, lebih aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, serta bisa menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun bangsa," ujarnya.
Ardi menambahkan seluruh program nan bakal dirumuskan dalam Rakernas diarahkan agar tidak hanya menjadi arsip administratif, melainkan dapat memberikan faedah nan nyata bagi kader, umat Hindu, dan masyarakat Indonesia secara luas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, para senior, alumni, sponsor, serta seluruh mitra nan telah mendukung terselenggaranya agenda ini.
Menurutnya, kerjasama antara organisasi kepemudaan dengan beragam pemangku kepentingan merupakan modal krusial untuk memperkuat pembangunan nasional nan inklusif dan berkelanjutan. Menutup sambutannya, Ardi membujuk seluruh peserta Rakernas menjadikan forum tersebut sebagai ruang musyawarah nan sehat, terbuka, dan penuh semangat kekeluargaan.
"Berbeda pandangan adalah perihal nan wajar, tetapi tujuan kita tetap satu, ialah memajukan KMHDI dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia. Mari kita buktikan bahwa KMHDI bakal terus tumbuh, berkarya, dan mengabdi untuk Indonesia," tegas Ardi.
Rakernas XIV KMHDI diharapkan menghasilkan beragam program strategis nan bisa memperkuat kapabilitas organisasi sekaligus mempertegas peran mahasiswa Hindu sebagai mitra pembangunan nasional dalam mewujudkan Indonesia nan bersatu, maju, dan berkekuatan saing.
Agenda pembukaan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Wakil Direktur Politik Baintelkam Polri, organisasi kemasyarakatan (ormas) Hindu tingkat nasional, golongan Cipayung Plus tingkat nasional, serta ratusan kader KMHDI dari seluruh Indonesia. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·