Gunung Fuego di Guatemala memasuki fase erupsi paling intens. Lebih dari 1.400 penduduk dievakuasi dan puluhan ribu orang terdampak hujan abu.(AFP)
ERUPSI Gunung Fuego di Guatemala memaksa ratusan penduduk di kota-kota sekitarnya mengungsi. Pihak berkuasa setempat mengimbau penduduk untuk tetap waspada mengingat aktivitas vulkanik gunung tersebut sekarang berada pada fase paling intens.
Gunung api nan terletak sekitar 50 kilometer di sebelah barat daya ibu kota Guatemala City ini telah menyemburkan lava dan kolom abu sejak Senin. Badan penanggulangan musibah setempat mencatat sedikitnya 1.421 orang telah dievakuasi seiring mengalirnya awan panas guguran (aliran piroklastik) di jurang-jurang sekitar gunung.
Direktur Institut Nasional Seismologi, Volkanologi, Meteorologi, dan Hidrologi, Edwin Rojas, mengungkapkan bahwa sebaran abu vulkanik telah mencapai jarak hingga 120 kilometer dengan ketinggian melampaui 5.000 meter di atas permukaan laut.
"Aktivitas di Gunung Fuego bersambung dalam fase eksplosif nan kritis," ujar Rojas dalam konvensi pers pada Selasa.
Badan Penanggulangan Bencana Guatemala (Conred) melaporkan lebih dari 29.000 orang terdampak oleh paparan hujan abu nan melanda 18 komunitas. Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil telah mengeluarkan peringatan bagi para pilot mengenai gangguan abu vulkanik di ruang udara arah barat dan barat-barat daya hingga perbatasan Meksiko. Meski demikian, airport internasional utama Guatemala tetap beraksi normal.
Setidaknya tiga wilayah telah menetapkan status siaga merah, tingkat tertinggi, guna mendorong penduduk untuk segera beranjak ke tempat pengungsian. Sekretaris Eksekutif Conred, Claudinne Ogaldes, menjelaskan tantangan nan dihadapi petugas dalam mengimbau masyarakat.
"Sayangnya, undang-undang Conred tidak berkarakter memaksa. Ini tidak seperti di negara lain di mana mereka mengatakan, 'Kita kudu mengevakuasi' dan semua orang mengevakuasi. Di sini, ini berkarakter rekomendasi, dan itulah kenapa kami mendatangi rumah demi rumah untuk mendorong keluarga-keluarga agar bersedia dievakuasi," jelas Ogaldes.
Ogaldes menambahkan sejauh ini belum terdeteksi adanya aliran lava nan merusak pemukiman warga. Sebagai langkah pencegahan, aktivitas belajar mengajar di beberapa kota dekat gunung dihentikan sementara.
Pemerintah juga membatasi akses visitor ke Gunung Acatenango dan Gunung Fuego hingga pemberitahuan lebih lanjut, serta menutup rute Jalan Nasional 14 nan menuju ke kota Alotenango. Gunung Fuego sendiri merupakan salah satu gunung api paling aktif di Amerika Tengah, nan pada 2018 lampau sempat meletus dan mengakibatkan ratusan orang tewas serta hilang. Petugas menyatakan bakal terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik ini selama kurun waktu 72 jam ke depan. (CNN/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·