Negara dalam Bahaya, Presiden Naikkan Gaji Tentara 80% per 1 September

58 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Nigeria Bola Tinubu menyetujui kenaikan penghasilan hingga 80% bagi personil angkatan bersenjata negara itu di tengah beragam ancaman keamanan nan tetap melanda sejumlah wilayah. Kebijakan tersebut diumumkan pemerintah pada Selasa (4/8/2026) dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pasukan nan selama ini berada di garis depan menghadapi pemberontakan, tindakan bandit, hingga penculikan.

Kelompok pemberontak, termasuk Boko Haram dan Islamic State West Africa Province (ISWAP), tetap terus melancarkan serangan di wilayah timur laut negara tersebut. Di sisi lain, golongan pidana bersenjata nan dikenal secara lokal sebagai bandit beraksi di sejumlah wilayah barat laut Nigeria.

Aksi penculikan untuk tebusan juga semakin meluas di beberapa bagian wilayah utara-tengah Nigeria. Selain itu, abdi negara keamanan juga kudu menghadapi kekerasan berkala nan dikaitkan dengan golongan separatis di area tenggara.

Dilansir Reuters, penasihat Presiden Nigeria, Bayo Onanuga, mengatakan skema penghasilan baru bakal mulai bertindak pada 1 September mendatang.

Berdasarkan struktur penggajian nan baru, perwira dengan pangkat di atas kolonel, termasuk para jenderal, bakal menerima kenaikan penghasilan sebesar 30%.

Sementara itu, personel dengan pangkat mulai dari kolonel hingga pembantu letnan bakal memperoleh kenaikan penghasilan sebesar 50%.

Kenaikan terbesar diberikan kepada prajurit dengan pangkat paling rendah. Personel dari pangkat prajurit hingga sersan bakal menerima kenaikan penghasilan sebesar 80%.

Menurut pernyataan Onanuga, kebijakan tersebut bakal meningkatkan total anggaran penghasilan tahunan angkatan bersenjata Nigeria menjadi 924 miliar naira alias sekitar US$678,68 juta.

Sebelumnya, total tagihan penghasilan tahunan militer Nigeria berada di level 660 miliar naira.

Langkah pemerintah meningkatkan penghasilan militer dilakukan di tengah tekanan nan terus dihadapi abdi negara keamanan dalam menangani beragam golongan bersenjata.

Selama bertahun-tahun, pemerintahan Nigeria secara berturut-turut telah berupaya menekan tingkat ketidakamanan melalui peningkatan pengerahan pasukan dan shopping militer. Namun, serangan dari kelompok-kelompok bersenjata tetap terus bersambung dan membebani abdi negara keamanan maupun masyarakat sipil.

Dalam pernyataannya, Tinubu menegaskan pemerintahannya bakal terus menempatkan kesejahteraan prajurit sebagai prioritas.

Ia juga menyatakan pemerintah bakal melanjutkan upaya modernisasi angkatan bersenjata dengan menyediakan persenjataan dan teknologi nan diperlukan untuk menghadapi beragam ancaman keamanan nan berkembang di negara tersebut.

Tinubu mengatakan pemerintahannya bakal terus memprioritaskan kesejahteraan pasukan serta memodernisasi militer Nigeria dengan senjata dan teknologi nan dibutuhkan untuk mengatasi beragam ancaman keamanan nan dihadapi negara itu.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya