loading...
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal Za menghadiri 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting. Foto/istimewa.
JAKARTA - Indonesia berkomitmen memperkuat kerjasama pengembangan kota pandai di area ASEAN dalam the 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting nan digelar pada Senin, 20 Juli 2026.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal Za saat memimpin delegasi Indonesia sebagai National Representative sekaligus Shepherd ASEAN Smart Cities Network (ASCN).
Dalam kesempatan itu, Safrizal mengoordinasikan penerapan ASEAN Smart Cities Framework (ASCF) dan Smart City Action Plans (SCAPs) di enam kota personil Indonesia, ialah DKI Jakarta, Kabupaten Banyuwangi, Kota Makassar, Kabupaten Sumedang, Kota Semarang, dan Kota Denpasar dengan menjalankan 18 program smart city.
Baca juga: Mengenal Teknologi di Balik Jakarta Satu, Program Smart City Pemprov DKI Jakarta
“Program smart city nan terkoordinasi melalui ASEAN Smart City Network kita ada 18 di 4 wilayah nan isinya mencakup digitalisasi jasa publik, penguatan ekonomi lokal, mobilitas perkotaan, jasa kesehatan berbasis teknologi, hingga pengelolaan lingkungan berkepanjangan nan memberikan faedah langsung bagi masyarakat,” katanya, Selasa (21/7/2026).
Pada kesempatan itu, Indonesia juga memperkenalkan Kota Semarang dan Kota Denpasar sebagai personil baru ASEAN Smart Cities Network. Dengan bergabungnya kedua kota tersebut, jumlah kota Indonesia dalam jejaring ASCN sekarang menjadi enam.
“Keikutsertaan dua kota baru tersebut memperluas kesempatan pemerintah wilayah untuk membangun kemitraan internasional, mengakses inovasi, serta mengembangkan pembangunan perkotaan nan berkelanjutan,” katanya.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·